Mengapa Kita Bisa Menyukai Seseorang yang Baru Kita Kenal?
Pernahkah kamu merasa tertarik atau menyukai seseorang yang baru saja kamu kenal? Meskipun belum menghabiskan banyak waktu bersamanya dan belum mengenalnya secara mendalam, tiba-tiba muncul perasaan ketertarikan. Hal ini bukanlah hal yang aneh. Ada berbagai alasan yang bisa membuat kita langsung merasa tertarik pada seseorang yang baru kita temui.
1. Dia Terlihat Menarik

Dalam prinsip psikologi sosial, kita cenderung suka berada di sekitar orang-orang yang menarik. Mereka terlihat menyenangkan untuk dilihat karena memiliki kulit yang sehat, gigi yang rapi, ekspresi wajah yang selalu tersenyum, dan perawatan diri yang baik. Orang yang terlihat menarik biasanya dianggap memiliki status sosial yang tinggi, itulah sebabnya kita secara alami merasa nyaman berada di dekat mereka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
2. Suaranya Menarik Perhatianmu

Meskipun penampilan orang tersebut mungkin tidak begitu menarik, suara yang menarik dapat membuat kita menyukainya. Dalam sebuah studi, perempuan menganggap laki-laki dengan suara bernada rendah lebih menarik. Di sisi lain, laki-laki lebih tertarik pada perempuan dengan suara bernada tinggi karena dianggap sebagai penanda feminitas. Jadi, suara pun bisa menjadi faktor dalam ketertarikan instan.
3. Dia "Mirip" denganmu

Menurut prinsip psikologi sosial, orang cenderung menyukai orang lain yang memiliki kesamaan usia, pendidikan, ras, agama, tingkat kecerdasan, dan status sosial ekonomi. Kesamaan ini membuat kita merasa lebih baik dan lebih mudah bergaul. Oleh karena itu, jika kamu bertemu dengan seseorang yang dianggap "mirip" denganmu, kemungkinan besar kamu akan langsung tertarik padanya.
4. Kamu Melihatnya sebagai Orang yang Berstatus Tinggi

Banyak orang ingin memiliki teman dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang memiliki status tinggi. Mereka dianggap lebih sehat, menarik, kaya, menyenangkan, dan ramah. Perempuan dari berbagai budaya sering kali memprioritaskan status laki-laki daripada daya tarik fisiknya. Oleh karena itu, perempuan akan lebih menanggapi dan tertarik pada laki-laki yang memiliki tingkat pendidikan atau status sosial yang tinggi.
5. Kamu Punya Impresi yang Baik Terhadapnya

Kita sering kali menciptakan kesan atau impresi terkait seseorang yang baru kita kenal. Misalnya, ketika orang tersebut menyapa kita, kita mungkin menganggapnya sebagai orang yang ramah dan penuh hormat. Otak kita merasakan sesuatu yang familiar pada sosok tersebut dan berusaha membimbing kita untuk tertarik padanya.
6. Itu Bagian dari "Atribut" Seksualmu

Faktanya, kita tidak selalu bisa memilih siapa yang akan membangun daya tarik yang kita miliki. Sangat normal ketika kita menyukai atau tertarik pada seseorang yang baru kita kenal. Perasaan suka atau tertarik dengan seseorang akan melepaskan hormon seperti dopamin dan oksitosin yang meningkatkan suasana hati.
7. Kamu Merasakan Suasana Hati yang Baik

Menurut teori psikologi sosial, ketika kita menemukan seseorang yang menarik, terlebih saat kita dalam pengaruh positif, kita akan semakin menyukai orang tersebut. Jadi, jika kamu ingin orang yang baru kamu kenal menyukai kamu kembali, pastikan untuk membuatnya dalam suasana hati yang baik. Bahkan, sekadar menceritakan lelucon lucu bisa efektif dalam membuat seseorang tertarik dan menyukai kita.
8. Kamu Merasa "Terangsang" Saat Itu

Ketika kita punya aktivitas fisik yang aktif, terutama rajin berolahraga, kita akan semakin mudah terangsang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang gemar berlari di tempat lebih lama akan lebih cepat tertarik dengan perempuan yang terlihat menarik, dibandingkan laki-laki yang kurang berolahraga. Hal ini dibenarkan oleh teori psikologi sosial, yaitu ketika sedang merasa terangsang, kita cenderung melihat segala sesuatu menjadi lebih “ekstrem”.
9. Kamu Menganggap Dia "Familier"

Kita cenderung tertarik pada orang-orang yang kita anggap familier karena dianggap aman dan tidak mungkin menyebabkan bahaya. Bahaya di sini tidak selalu harfiah. Contohnya, kita sering kali mendapat sinyal bahaya dari otak ketika menghadapi sesuatu yang tidak familier. Dalam hubungan dengan lawan jenis, saat kita dibesarkan oleh orangtua, kita akan tertarik pada sosok yang "serupa" dengan mereka. Jadi, ketika kamu tertarik pada seseorang yang baru kamu kenal, kemungkinan karena dia memiliki atribut familier yang mengingatkanmu pada sosok yang membesarkanmu dan kamu anggap memberikan rasa aman.
10. Hormonmu Beraksi

Hormon juga memainkan peran penting dalam ketertarikan. Contohnya, pada pertengahan siklus menstruasi, perempuan cenderung lebih suka laki-laki yang terkesan biasa-biasa saja. Namun, di masa subur, perempuan akan lebih tertarik dengan laki-laki yang terkesan angkuh. Jadi, meskipun kamu tidak mengenal seorang laki-laki dengan baik, kamu bisa saja menyukainya tergantung pada siklus mana kamu berada pada waktu itu.