Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Fakta-Fakta yang Menggemparkan
Insiden ledakan yang terjadi di lingkungan SMAN 72 Jakarta, tepatnya di Musala, kantin, dan bangku, pada Jumat (7/11/2025) siang memicu kekhawatiran publik. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 54 orang yang terluka, termasuk siswa dan staf sekolah. Ledakan tersebut mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan menjadi sorotan media internasional seperti Reuters, BBC, dan Aljazeera.
Ledakan Terjadi Saat Shalat Jumat
Ledakan terjadi tepat menjelang shalat Jumat pada pukul 12.00 WIB. Suara dentuman keras membuat panik para siswa dan guru yang tengah bersiap menjalankan ibadah. Seorang guru menyebutkan bahwa ledakan pertama terdengar dari dalam masjid sesaat setelah iqamat dikumandangkan, disusul ledakan kedua di luar masjid. "Kalau ledakan, itu ada di dalam masjid, dan di luar. Ada tiga titik ledakan," kata Totong dikutip dari tayangan KompasTV, Jumat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setelah dentuman terdengar, para jemaah langsung berhamburan keluar. “Setelah ada ledakan pada bubar, pada kabur semua, ketakutan. Ambulans langsung datang, alhamdulillah. Korban banyak, ada sampai 10,” ujarnya. Meski terdengar tiga ledakan, Totong memastikan tidak ada kerusakan signifikan di dalam bangunan sekolah.
Ditemukan Senjata Laras Panjang Mainan
Sebuah senjata yang diduga air soft gun ditemukan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, usai terjadinya insiden ledakan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (wamenkopulkam) Lodewijk Freidrich Paulus mengungkapkan bahwa laras panjang yang ditemukan adalah senjata mainan. "Ya, ada gambar itu, tapi ternyata senjata mainan. Setelah kami cek itu senjata mainan," ujar Lodewijk.
Adapun di lokasi kejadian ditemukan senjata api jenis SS2-V4 dan pistol jenis revolver. Ada tulisan 'Welcome To Hell' di senjata api jenis SS2-V4 tersebut. Senjata api jenis SS2 adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang merupakan generasi kedua penerus SS1, menggunakan kaliber 5,56x45 mm NATO.
54 Orang Jadi Korban
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan total terdapat 54 siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dari 54 siswa, sebanyak 27 dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta dan 6 di Rumah Sakit Yarsi dari keseluruhan korban, 21 siswa sudah dipulangkan dalam kondisi baik. Adapun 33 korban lainnya masih menjalani perawatan medis.

Pihak kepolisian berharap seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung hingga malam hari ini. Terkait motif, kronologis hingga penyebab pasti ledakan akan disampaikan pada rilis resmi Sabtu (8/11/2025) besok.
Terduga Pelaku Berusia 17 Tahun
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut, terduga pelaku adalah remaja berusia 17 tahun dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. “Saya mendapatkan informasi masih di dalam operasi,” ujarnya setelah menjenguk korban di RS Islam Cempaka Putih. Saat dikonfirmasi, Dasco membenarkan bahwa yang dioperasi adalah terduga pelaku.
Namun, Dasco belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan siswa sekolah tersebut atau pihak luar. Ia juga menyoroti kemungkinan pelaku terpengaruh konten daring.
Diduga Korban Bullying
Saksi mata membongkar sosok terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sosok terduga pelaku berinisial FN yang berstatus siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta diceritakan siswa yang juga saksi mata berinisial Z. Z menuturkan FN diduga menjadi korban bullying atau perundungan. Mental terduga pelaku tidak kuat karena kerap dibully. "Awalnya tuh korban dibully gitu di sekolah, dia selalu sendiri kemana-mana, terus pakai jas putih, ya gitulah," kata Z kepada TribunJakarta.com, Jumat (7/11/2025).
Z mendengar kabar bahwa terduga pelaku ingin balas dendam kepada para perundung. Namun, akibat perbuatannya maka banyak siswa SMAN 72 Jakarta menjadi korbannya. "Katanya dia merakit bomnya sendiri. Terus sudah di timer di tiga daerah di sekolah," kata Z.
Kapolri Dalami Motif
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara perihal kasus ledakan yang terjadi di masjid SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). Kapolri mengungkapkan, terduga pelaku peledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih dari lingkungan sekolah tersebut. Berdasarkan penelusuran saat ini, pelakunya merupakan seorang siswa.
"Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar)," tutur Listyo. Kemudian, senjata yang digunakan terduga pelaku dalam ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, adalah senjata mainan. Ia menyebut, senjata dilengkapi dengan tulisan tertentu. Namun, pihaknya masih mendalami motif dari peristiwa tersebut.
Tim Gabungan Geledah Rumah Terduga Pelaku
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bersama Densus 88 dan penyidik Polda Metro Jaya turut menggeledah rumah siswa aktif berinisial FN, terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025) malam. Diketahui, pelajar aktif SMAN 72 Jakarta itu tinggal di rumah di daerah Jakarta Utara. Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, petugas terlihat keluar-masuk rumah sambil membawa sejumlah bungkusan berwarna coklat.
Salah satunya ialah bungkusan yang tertulis paket berisi serbuk. Ada juga beberapa bungkusan berwarna coklat lainnya yang juga berisi barang bukti dari dalam tempat tinggal FN, yang dibawa tim Puslabfor untuk diperiksa secara mendalam. Saat ini, rumah yang ditempati terduga pelaku sudah dipasangi garis polisi. Warga sekitar tampak memadati area luar garis pembatas untuk menyaksikan jalannya pemeriksaan.
Disorot Media Asing
Insiden ledakan ini bukan hanya menyita perhatian publik dalam negeri, tetapi juga menjadi sorotan media internasional, seperti Reuters, BBC, dan Aljazeera. Ketiganya menyoroti kronologi kejadian, jumlah korban, hingga dugaan pelaku yang disebut sebagai seorang siswa berusia 17 tahun. Media asal Inggris itu menulis bahwa insiden tersebut diduga merupakan serangan dengan seorang pelajar berusia 17 tahun sebagai tersangka pelaku. BBC juga menyoroti ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta yang melukai lebih dari 50 orang.
Biaya Perawatan Ditanggung Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi para korban ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jumat (7/11/2025). Pramono memastikan bahwa biaya pengobatan para korban ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia menyebut, seluruh korban yang dirawat di rumah sakit akan ditanggung oleh Pemprov DKI. Pramono menerangkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan hingga Wali Kota Jakarta Utara.
Lokasi Dijaga Ketat
Pantauan Tribunnews.com, Sabtu (8/11/2025) pagi, tampak beberapa petugas masih berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta. Penjagaan masih dilakukan oleh pasukan TNI-Polri pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sejumlah orang yang mencoba masuk harus mengisi buku tamu. Situasi di depan SMAN 72 Jakarta masih terpantau kondusif, tidak tampak kegiatan di dalam sekolah. Para siswa diliburkan sementara waktu.