
Kecelakaan Kapal Nelayan di Laut Jawa, Delapan ABK Selamat dan Sepuluh Masih Hilang
Delapan nelayan asal Kabupaten Indramayu berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat diterjang gelombang tinggi di perairan Laut Jawa. Sementara itu, sepuluh ABK lainnya masih dalam pencarian hingga hari Selasa, 16 Desember 2025 siang.
Korban kecelakaan adalah anak buah kapal (ABK) dari KM Putri Lancar, yang berasal dari Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Tim SAR Bandung masih melakukan upaya pencarian di sepanjang perairan wilayah tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Tim gabungan sedang menyisir area perairan Indramayu," ujar Ade Dian Permana, Kepala Kantor SAR Bandung.
KM Putri Lancar Samudera B GT-14 tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi di Perairan Indramayu pada Senin, 15 Desember 2025 dini hari pukul 2.00. Kapal ini dinakhodai oleh Daspan dan membawa 17 ABK. Kapal berangkat pada Minggu, 14 Desember 2025 dari Eretan menuju daerah penangkapan ikan. Namun, dalam perjalanan, kapal tersapu gelombang tinggi sehingga terbalik dan seluruh ABK terjatuh ke laut.
Pada Senin pukul 12.00, dua orang ABK berhasil diselamatkan oleh KM Surya Makmur. Kemudian, pada pukul 12.30, kapal yang sama kembali menemukan dua ABK lainnya dalam kondisi selamat, terkatung-katung di laut.
Pada Selasa dini hari, kapal cumi Rahayu Jaya menemukan tiga orang ABK dalam keadaan selamat. Berikutnya, pada pukul 6.30, seorang ABK kembali diselamatkan oleh kapal yang sama.
"Secara keseluruhan, ada 18 orang yang terdiri dari 1 nakhoda dan 17 ABK. Delapan orang telah ditemukan selamat," tutur Ade Dian Permana.
Korban yang selamat antara lain bernama Daspan (nakhoda), Budi, Asim, Ling, Waryono, Darman, Warsim, dan Kasta. Sementara itu, sepuluh ABK lainnya masih dalam pencarian hingga Selasa sore. Mereka adalah Lancam, Agus, Akim, Casim, Soglo, Iyus, Daud, Tasman, Darkum, dan Eri.
Pencarian pada Selasa dibagi menjadi empat titik area. Tim SAR Bandung bekerja sama secara intens dengan Basarnas. Selain itu, tim SAR juga memberi informasi kepada seluruh kapal barang dan nelayan yang menemukan korban agar segera dievakuasi.
"Jika ada kapal melintas di perairan Laut Jawa, terutama di sekitar perairan Indramayu, segera lakukan evakuasi dan laporkan ke Basarnas atau otoritas kemaritiman," ujar Ade.
Kantor SAR Bandung juga mengimbau para kapal kecil untuk ekstra hati-hati jika melaut. "Cuaca di laut sedang rawan, terutama bagi kapal kecil dan kapal nelayan. Perairan Laut Jawa sedang dalam situasi gelombang tinggi," tambah Ade.
Upaya Pencarian Terus Dilakukan
Tim SAR Bandung terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan semua korban bisa segera ditemukan. Mereka juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian apabila menemukan korban atau informasi penting terkait kecelakaan ini.
Selain itu, pihak berwenang juga memberi peringatan kepada nelayan untuk tidak melakukan aktivitas di laut saat cuaca buruk. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko kecelakaan serupa di masa depan.
Kesimpulan
Kecelakaan kapal nelayan di Laut Jawa mencerminkan bahaya yang mengancam kehidupan para nelayan. Meski delapan ABK berhasil diselamatkan, masih ada sepuluh korban yang hilang dan harus segera ditemukan. Dengan adanya koordinasi antar lembaga dan imbauan kepada masyarakat, harapan besar diarahkan agar semua korban bisa segera ditemukan dan pulang dengan selamat.