JAKARTA, aiotrade
Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan penerima gelar pahlawan nasional pada Senin (10/11/2025), yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional. Pengumuman ini diharapkan menjadi momen penting dalam memperingati perjuangan para tokoh yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pengumuman pemberian gelar pahlawan nasional akan dilakukan pada hari Senin mendatang. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diambil setelah melalui proses evaluasi yang ketat. "Untuk gelar pahlawan rencana akan Insha Allah mungkin hari Senin. Nanti akan ada semacam keputusan pemberian gelar pahlawan nasional," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Meski jumlah total penerima gelar belum diketahui secara pasti, terdapat informasi bahwa sebanyak 24 nama calon penerima gelar pahlawan nasional masuk daftar prioritas. Selain itu, terdapat 49 nama yang diusulkan dan sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.
Menurut Prasetyo, seluruh usulan penerima gelar pahlawan nasional sudah melalui prosedur yang sesuai. Hal ini juga menjawab adanya penolakan terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. "Bahwa ada pro kontra, bahwa ada yang mungkin setuju mungkin tidak itu bagian dari aspirasi. Tetapi marilah sekali lagi kita mengajak semuanya untuk melihat yang positif. Melihat yang baik," kata Prasetyo.
Pemerintah saat ini tengah menggodok 49 nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional. Beberapa nama yang diusulkan antara lain:
- Presiden ke-2 RI, Soeharto
- Presiden ke-4 RI, Aburrahman Wahid atau Gus Dur
- Aktivis buruh, Marsinah
Nama-nama tersebut diusulkan dari berbagai latar belakang dan tingkat administrasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga kota. Namun, beberapa nama yang diajukan seringkali menjadi bahan perdebatan.
Beberapa aktivis dan akademisi, sekitar 500 orang, sebelumnya menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. Termasuk dalam hal ini adalah Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI-P, Bonnie Triyana.
Di sisi lain, ada pihak yang mendukung usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Pada awal pekan ini, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengunjungi Prabowo untuk mengusulkan agar Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Proses pemberian gelar pahlawan nasional merupakan bentuk penghargaan resmi dari negara terhadap tokoh-tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa. Meskipun ada perbedaan pandangan, proses ini tetap dijalankan dengan prinsip transparansi dan keadilan.