100 Kepala Keluarga di Gunong Kong Masih Terisolir

admin.aiotrade 17 Des 2025 2 menit 15x dilihat
100 Kepala Keluarga di Gunong Kong Masih Terisolir
100 Kepala Keluarga di Gunong Kong Masih Terisolir

Warga Terisolir Akibat Jembatan Putus

Sebanyak 100 KK lebih warga Desa Alue Wikie atau Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya masih terisolir hingga saat ini. Keadaan ini sudah berlangsung selama tiga pekan akibat jembatan rangka baja sepanjang 100 meter lebih yang menghubungkan desa tersebut dengan wilayah lain putus diterjang banjir bandang pada 26 November lalu.

Hingga kini, belum ada jembatan darurat yang dibangun untuk menggantikan jembatan yang rusak. Akibatnya, penduduk setempat terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai agar bisa mencapai pusat kecamatan. Hal ini menyulitkan akses mereka dalam berbagai aktivitas sehari-hari, terutama di malam hari ketika kondisi air menjadi lebih berbahaya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Jembatan rangka baja Gunong Kong masuk dalam daftar enam jembatan yang putus akibat bencana banjir bandang di daerah penghasil batu Giok tersebut. Dari jumlah tersebut, dua unit jembatan rangka baja yang putus adalah jembatan di Beutong Ateuh Banggalang dan jembatan di Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur. Selain merusak jembatan, banjir bandang juga merusak puluhan rumah di Gunong Kong.

Korban Hilang Akibat Bencana

Banjir bandang yang melanda Nagan Raya tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa. Berdasarkan data dari Posko Penanggulangan Bencana Alam Nagan Raya pada Selasa (16/12/2025), hingga saat ini masih ada tiga korban hilang yang belum ditemukan.

Dari empat orang yang dilaporkan hilang saat terjadi bencana banjir bandang di Nagan Raya, baru satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban tersebut adalah Faisal Mardani (28) warga Pante Ceureumen, Aceh Barat. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam pencarian.

Mereka adalah M Jali (60) warga Kuta Teungeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya yang hilang saat berada di rumahnya di Desa Kuta Tengeh. Lalu, Sarbani (60) asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) dan Wahyu (25) asal Pante Cermin, Aceh Barat yang saat peristiwa itu sedang berada di Gunong Kong Darul Makmur, Nagan Raya.

Harapan Warga untuk Pembangunan Jembatan Darurat

Warga setempat berharap pemerintah segera membangun jembatan darurat agar akses jalan ke desa terdampak bisa kembali lancar. Kondisi ini sangat penting mengingat jembatan yang rusak telah menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian mereka, baik untuk keperluan ekonomi maupun layanan kesehatan.

Selain itu, warga juga mengkhawatirkan keselamatan mereka di malam hari ketika kondisi alam menjadi lebih sulit diakses. Dengan adanya jembatan darurat, diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan mempercepat proses pemulihan di wilayah tersebut.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan