1.000 Emiten Tantangan BEI, Antrean IPO Didominasi Energi

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 9x dilihat
1.000 Emiten Tantangan BEI, Antrean IPO Didominasi Energi


JAKARTA – Pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat momentum ini. Salah satu fokus utama adalah pengembangan pipeline IPO dari sejumlah perusahaan besar.

Hingga awal November 2025, BEI mencatat lima perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar sedang bersiap melantai di bursa. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa selain perusahaan besar, terdapat enam perusahaan beraset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta dua perusahaan kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar yang juga mengantre IPO.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Sampai saat ini, total ada 13 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Selama tahun 2025 hingga 7 November, sebanyak 24 perusahaan telah resmi melantai di bursa. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 15,21 triliun. Dari 13 perusahaan dalam antrean IPO, BEI mencatat bahwa empat di antaranya berasal dari sektor energi, dua dari sektor barang baku, dan dua dari sektor industri.

Berikutnya, dua perusahaan bergerak di bidang teknologi, satu di sektor barang konsumen nonprimer, satu di barang konsumen primer, serta satu di sektor transportasi dan logistik.

Sementara itu, pasar utang korporasi juga menunjukkan tren positif. BEI mencatat hingga 7 November 2025 telah diterbitkan 156 emisi efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dari 75 penerbit, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 180,8 triliun.

“Terdapat 21 emisi dari 16 penerbit EBUS yang saat ini berada dalam pipeline,” jelas Nyoman.

Untuk aksi korporasi lain, 10 perusahaan telah melakukan rights issue sepanjang tahun ini dengan nilai total Rp 16,63 triliun. Masih ada satu perusahaan dari sektor properti yang tengah bersiap melaksanakan rights issue dalam waktu dekat.

Dengan perkembangan tersebut, BEI mencatat hingga 7 November 2025 telah terdapat 967 perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Nyoman menegaskan, bursa menargetkan jumlah itu bisa menembus 1.000 emiten pada akhir tahun.

Tren Pertumbuhan Pasar Modal

Beberapa faktor yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia adalah:

  • Kebijakan pemerintah yang semakin mendukung pengembangan sektor finansial.
  • Kepatuhan regulasi yang meningkat, sehingga menambah kepercayaan investor.
  • Perkembangan teknologi yang memudahkan akses informasi dan transaksi bagi para pelaku pasar.

Sektor yang Dominan dalam IPO

Beberapa sektor yang menjadi prioritas dalam pipeline IPO BEI antara lain:

  • Energi: Empat perusahaan dari sektor ini sedang bersiap untuk melantai di bursa.
  • Barang baku: Dua perusahaan dari sektor ini juga ikut dalam antrean.
  • Industri: Dua perusahaan dari sektor ini berada dalam proses persiapan.
  • Teknologi: Dua perusahaan dari sektor teknologi juga mengajukan permohonan.
  • Barang konsumen: Satu perusahaan dari sektor barang konsumen nonprimer dan satu dari sektor barang konsumen primer.
  • Transportasi dan logistik: Satu perusahaan dari sektor ini juga mengantre IPO.

Kinerja Pasar Utang Korporasi

Pasar utang korporasi terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga 7 November 2025, BEI mencatat sebanyak 156 emisi EBUS yang telah diterbitkan oleh 75 penerbit. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 180,8 triliun.

Di samping itu, terdapat 21 emisi dari 16 penerbit EBUS yang saat ini sedang dalam proses penerbitan. Hal ini menunjukkan bahwa minat perusahaan untuk memperluas sumber pendanaan melalui pasar modal tetap tinggi.

Aksi Korporasi Lainnya

Selain IPO dan penerbitan EBUS, aksi korporasi seperti rights issue juga menjadi salah satu cara perusahaan untuk memperkuat posisi keuangannya. Sejauh ini, 10 perusahaan telah melakukan rights issue dengan total nilai Rp 16,63 triliun.

Masih ada satu perusahaan dari sektor properti yang sedang bersiap untuk melakukan rights issue dalam waktu dekat. Ini menunjukkan bahwa aktivitas korporasi tetap dinamis meskipun situasi ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan.

Target Jumlah Emiten

Hingga 7 November 2025, BEI mencatat sebanyak 967 perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Nyoman menegaskan bahwa bursa memiliki target untuk mencapai 1.000 emiten pada akhir tahun ini. Dengan pertumbuhan yang pesat, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar modal terbesar di Asia Tenggara.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan