103 Titik Longsor di Aceh Belum Diperbaiki

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 16x dilihat
103 Titik Longsor di Aceh Belum Diperbaiki


BANDA ACEH, aiotrade
BPJN Aceh mencatat bahwa hingga saat ini masih ada 103 titik longsor yang belum ditangani akibat bencana yang melanda wilayah Aceh.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional BPJN Aceh, Fikri Afzal menjelaskan bahwa dari total 171 titik longsor yang telah ditangani, hanya 68 titik yang berhasil diperbaiki.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“103 titik lainnya belum bisa ditangani karena lokasinya berurutan. Kita harus menangani dari awal titik longsor terlebih dahulu, setelah itu baru bisa mengakses ke depannya,” ujar Fikri dalam konferensi pers Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh, Selasa (16/12/2025).

Fikri menyampaikan bahwa dampak bencana telah memengaruhi sebanyak 38 ruas jalan nasional dari total 166 ruas jalan yang terdiri dari lintas timur, tengah, barat, dan lintas penghubung.

“Dari dampak tersebut, terdapat 16 unit jembatan yang terputus. Selain itu, ada 171 titik longsor, termasuk 303 titik badan jalan yang terputus atau hilang,” tambahnya.

Dari 16 titik jembatan nasional yang putus, saat ini pihaknya sedang menangani lima titik yang menjadi akses masuk ke ruas atau lokasi terputus selanjutnya.

Di lintas timur, terdapat dua titik jembatan yang putus. Pertama, Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, yang kini sudah fungsional sejak 12 Desember lalu.

Selanjutnya, Krueng Tingkeum di Bireuen, saat ini sedang dibantu oleh TNI untuk memasang jembatan sementara atau bailey di jalur alternatif yaitu di Awe Geutah.

“Saat ini sedang dilakukan pemasangan lantai dan juga pembuatan akses masuk ke jembatan. Insyaallah pada 18 Desember bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4,” jelasnya.

Fikri mengakui bahwa khusus untuk lintas wilayah tengah Aceh merupakan titik paling banyak terdampak. Terutama untuk Kota Takengon. Akses menuju ke pusat kabupaten baik dari lintas timur maupun barat belum bisa terakses atau terputus.

“Pada saat ini kita sudah menyelesaikan satu jembatan di Tepin Mane, sudah operasional sejak 15 Desember 2025 dan itu bisa dilalui roda 4 sampai dengan 40 kilometer ke depan. Setelah itu ada tujuh unit jembatan lagi yang terputus dan belum bisa diakses,” tutupnya.

Tantangan Pemulihan Jalan Nasional

Beberapa tantangan utama yang dihadapi BPJN Aceh dalam pemulihan jalan nasional adalah:

  • Keterbatasan sumber daya
    Proses perbaikan jalan dan jembatan memerlukan sumber daya yang cukup besar, baik dalam hal tenaga kerja maupun peralatan. Hal ini memengaruhi kecepatan penanganan titik-titik longsor yang masih belum terselesaikan.

  • Lokasi yang sulit dijangkau
    Beberapa titik longsor berada di daerah terpencil atau memiliki kondisi medan yang ekstrem, sehingga memperlambat proses perbaikan.

  • Koordinasi dengan pihak lain
    Dalam upaya perbaikan, koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat sangat penting agar proses dapat berjalan lebih efisien.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

BPJN Aceh telah melakukan beberapa langkah strategis dalam menghadapi bencana ini, antara lain:

  • Prioritas penanganan titik longsor
    Titik longsor yang berada di jalur utama atau akses vital diberi prioritas tinggi untuk segera diperbaiki.

  • Pemakaian jembatan sementara
    Untuk mengatasi gangguan akses, BPJN Aceh membangun jembatan sementara seperti bailey di beberapa titik yang terkena dampak parah.

  • Kolaborasi dengan pihak terkait
    Koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat membantu mempercepat proses pemulihan.

Perkembangan Terkini

Beberapa perkembangan terkini dalam penanganan bencana di Aceh antara lain:

  • Jembatan Krueng Meureudu
    Jembatan yang terletak di Kabupaten Pidie Jaya telah kembali fungsional sejak 12 Desember lalu.

  • Pembangunan jembatan sementara di Krueng Tingkeum
    Proses pemasangan jembatan sementara di Bireuen sedang berlangsung dan diharapkan dapat digunakan pada 18 Desember.

  • Perbaikan jembatan di Tepin Mane
    Jembatan yang terletak di Tepin Mane sudah kembali beroperasi dan dapat dilalui kendaraan roda 4 hingga 40 kilometer ke depan.

Dengan terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan, BPJN Aceh berharap dapat segera mengembalikan aksesibilitas bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan