SAMARINDA – Kepolisian kembali berhasil menangkap satu tahanan dari 15 tahanan yang kabur dari Polsek Samarinda Kota pada Minggu (19/10/2025) lalu. Dengan penangkapan terbaru ini, jumlah tahanan yang telah diamankan mencapai 11 orang, sementara empat lainnya masih dalam pencarian.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, mengungkapkan bahwa tahanan ke-11 ditangkap pada Kamis (24/10/2025) siang di kawasan Sambutan, Samarinda. Saat itu, pelaku sedang melintas di jalan dan diduga sedang mencari makan sebelum akhirnya diamankan oleh tim gabungan kepolisian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Untuk hari ini kita amankan satu dari lima yang tersisa. Jadi total sudah 11 orang ditangkap, dan sekarang masih kita kejar empat tahanan lainnya,” ujar Agus di Samarinda, Jumat (24/10/2025).
Agus menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan berkat kerja sama antara tim opsnal Polsek Samarinda Kota, Jatanras Polresta Samarinda, dan Jatanras Polda Kaltim. Keberhasilan ini juga didukung oleh informasi masyarakat serta penyebaran identitas para tahanan di media sosial.
“Sosial media sangat membantu polisi dalam menyebarluaskan foto para tahanan yang kabur. Dari situ masyarakat ikut mengenali dan memberi informasi kepada petugas di lapangan,” jelasnya.
Setelah diamankan, tahanan tersebut langsung digiring ke sel tahanan Polresta Samarinda untuk proses lebih lanjut. Polisi juga memastikan bahwa pengawasan di seluruh jajaran diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Agus menambahkan, sebagian besar tahanan yang masih buron diperkirakan bersembunyi di sekitar wilayah Samarinda, karena tidak memiliki jaringan keluarga di luar kota.
“Kondisi mereka di luar sebenarnya sulit. Ada yang tidak punya keluarga di sini, dan sebagian besar masih bersembunyi di sekitar Samarinda. Kami akan terus lakukan pencarian sampai semuanya tertangkap,” kata Agus.
Sebelumnya, sebanyak 15 tahanan Polsek Samarinda Kota melarikan diri pada Minggu (19/10/2025) dini hari dengan cara menjebol dinding toilet sel tahanan. Sejak kejadian itu, kepolisian langsung membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku pelarian tersebut.
Proses Penangkapan dan Kerja Sama Tim
Penangkapan tahanan yang kabur dilakukan dengan metode yang cukup terstruktur. Tim opsnal Polsek Samarinda Kota bekerja sama dengan Jatanras Polresta Samarinda dan Jatanras Polda Kaltim. Mereka melakukan patroli rutin dan mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar.
- Informasi yang diperoleh dari masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menemukan lokasi tahanan yang kabur.
- Penyebaran foto dan data tahanan di media sosial juga berperan penting dalam membantu masyarakat mengenali dan melaporkan keberadaan tahanan.
Selain itu, pihak kepolisian juga meningkatkan pengawasan di seluruh jajaran. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan adanya tahanan yang kabur kembali.
Tantangan dalam Menangkap Tahanan yang Masih Buron
Menurut AKP Agus Setyawan, sebagian besar tahanan yang masih buron diperkirakan bersembunyi di sekitar wilayah Samarinda. Hal ini disebabkan oleh kurangnya jaringan keluarga di luar kota.
- Banyak dari tahanan yang kabur tidak memiliki keluarga atau teman di luar Samarinda.
- Kondisi mereka di luar kota sangat sulit, sehingga banyak yang memilih untuk bersembunyi di sekitar kota.
Tim kepolisian tetap berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga semua tahanan yang kabur dapat ditangkap. Dengan dukungan masyarakat dan penggunaan teknologi, harapan untuk menangkap seluruh tahanan yang masih buron semakin tinggi.
Upaya Mencegah Pengulangan Kejadian Serupa
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak kepolisian telah memperketat pengawasan di seluruh jajaran. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan tahanan yang ingin kabur kembali.
- Peningkatan pengawasan dilakukan secara berkala dan intensif.
- Petugas juga diberikan pelatihan tambahan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengamankan tahanan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi dan tahanan yang ada dapat dijaga dengan lebih baik.