120 Ton Pestisida RI Tiba di Filipina

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
120 Ton Pestisida RI Tiba di Filipina


Wakil Menteri (Wamen) Perindustrian, Faisol Riza, melepas pengiriman 120 ton pestisida ke Filipina dari fasilitas produksi di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jumat (7/11).

Ekspor ini merupakan kolaborasi antara PT Yanno Agro Science Indonesia dan PT Inti Everspring Indonesia.

AioTrade Autopilot
๐Ÿ”ฅ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Faisol Riza menilai, keberhasilan ekspor tersebut menandai semakin kuatnya posisi industri nasional di sektor kimia dan pertanian, khususnya dalam pasar global.

"Saya kira ini akan menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan pesticida kita siap bersaing untuk pasar global," serunya.


Pestisida sendiri merupakan bahan kimia atau organisme biologis yang digunakan untuk mengendalikan atau membasmi hama, penyakit, dan gulma yang merusak tanaman atau produk hasil pertanian.

Ia menambahkan, aktivitas ekspor ini menandai bahwa industri pestisida tidak hanya menopang kebutuhan petani di Indonesia, tetapi juga berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

"Tentu pemerintah melihat sejauh kebutuhan dalam negerinya sudah bisa dipenuhi, tentu ekspor kita harus lakukan."
"Dan kami lihat bahwa dengan sekuat tenaga perusahaan-perusahaan pestisida di dalam negeri juga sudah bisa mendukung program ketahanan pangan pestisida ini," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur PT Yanno Agro Science Indonesia, Yanno Nunuhitu, mengungkapkan bahwa pengiriman ke Filipina kali ini mencakup enam kontainer dengan total 120 ton pestisida.

โ€œSeluruh kebutuhan pasar domestik sudah tercukupi, dan kini kami mulai perluas ke pasar global,โ€ jelasnya.

Yanno mengatakan, kerja sama dengan PT Inti Everspring Indonesia selaku produsen bahan aktif pestisida, menjadi kunci dalam menjaga kualitas produk yang kompetitif di pasar global.

โ€œKami menargetkan ekspor berikutnya ke Malaysia, kawasan Asia Timur, hingga Afrika,โ€ tambahnya.

Tantangan dan Peluang Pasar Global

Ekspor pestisida ke Filipina menjadi langkah penting bagi industri kimia dan pertanian Indonesia. Dengan jumlah 120 ton yang dikirim, ini menunjukkan bahwa perusahaan lokal mampu memenuhi standar kualitas yang diperlukan oleh pasar internasional.

Beberapa faktor yang membuat ekspor ini berhasil antara lain:

  • Kualitas produk yang memadai โ€“ Kerja sama dengan PT Inti Everspring Indonesia memberikan akses pada bahan baku berkualitas tinggi yang diperlukan untuk produksi pestisida.
  • Kemampuan manajemen produksi โ€“ PT Yanno Agro Science Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, sehingga memiliki kapasitas untuk mengekspor.
  • Strategi pemasaran yang matang โ€“ Pihak perusahaan telah melakukan riset pasar dan menyiapkan strategi ekspansi ke negara-negara lain seperti Malaysia, Asia Timur, dan Afrika.

Kontribusi pada Ketahanan Pangan

Pestisida memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan penggunaannya yang tepat, petani dapat melindungi tanaman dari hama dan penyakit, sehingga hasil panen lebih optimal.

Menurut Faisol Riza, ekspor pestisida bukan hanya sekadar aktivitas bisnis, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Pemerintah melihat bahwa kebutuhan dalam negeri sudah cukup terpenuhi, sehingga ekspor menjadi prioritas berikutnya," ujarnya.

Dengan adanya ekspor ini, perusahaan lokal tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional melalui pendapatan devisa.

Visi Ekspansi ke Pasar Internasional

PT Yanno Agro Science Indonesia telah menetapkan target ekspansi ke beberapa wilayah di luar Filipina. Beberapa pasar yang dituju antara lain:

  • Malaysia โ€“ Negara tetangga yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk pertanian.
  • Asia Timur โ€“ Wilayah yang memiliki potensi pasar besar dengan permintaan terhadap pestisida yang stabil.
  • Afrika โ€“ Kawasan yang masih memiliki kesempatan besar untuk dikembangkan sebagai pasar baru.

Visi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya puas dengan pencapaian saat ini, tetapi juga berkomitmen untuk terus berkembang dan memperluas pangsa pasar.

Kesimpulan

Ekspor 120 ton pestisida ke Filipina merupakan langkah penting bagi industri kimia dan pertanian Indonesia. Tidak hanya membuktikan kemampuan perusahaan lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global.

Dengan strategi yang matang dan kualitas yang memadai, ekspor pestisida ini menjadi contoh sukses bagi perusahaan-perusahaan lain di sektor yang sama. Dengan demikian, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu negara yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan