13 Tahun Gandrung Sewu, Kemenpar: Bukti Konsistensi Banyuwangi Jaga Kearifan Lokal

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 37x dilihat
13 Tahun Gandrung Sewu, Kemenpar: Bukti Konsistensi Banyuwangi Jaga Kearifan Lokal
13 Tahun Gandrung Sewu, Kemenpar: Bukti Konsistensi Banyuwangi Jaga Kearifan Lokal

Gandrung Sewu: Pesta Budaya yang Berkontribusi pada Ekonomi Lokal

Gandrung Sewu, sebuah pertunjukan tari kolosal yang telah menjadi bagian dari tradisi budaya Banyuwangi, kini memasuki gelaran ke-13 tahun. Bahkan selama masa pandemi Covid-19, event ini tetap berlangsung dengan format virtual di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah setempat dalam menjaga eksistensi dan pengembangan budaya lokal.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam menjaga keberlanjutan Gandrung Sewu. Event budaya ini kembali terpilih masuk dalam 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Ini membuktikan bahwa Banyuwangi memiliki komitmen kuat dalam menyelenggarakan acara berkualitas dan berkelanjutan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ini adalah tahun keempat Gandrung Sewu masuk dalam KEN. Hal ini membuktikan komitmen Banyuwangi dalam menyelenggarakan event yang berkualitas dan konsisten,” ujar Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti, saat menyaksikan langsung pertunjukan di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025).

Erwita menambahkan bahwa konsistensi Banyuwangi dalam menghadirkan Gandrung Sewu setiap tahun menunjukkan keseriusan daerah ini dalam mengangkat potensi budaya lokal. Dalam kesempatan itu, Kemenpar menyerahkan piagam Kharisma Event Nusantara kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Banyuwangi memiliki komitmen kuat menjunjung kearifan lokal dengan menghadirkan event yang bernilai budaya tinggi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Erwita.

Selama lebih dari satu dekade, Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Melalui Banyuwangi Festival (B-Fest), puluhan event digelar setiap tahun untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kemenparekraf sendiri menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025. Selain itu, sektor pariwisata diharapkan bisa memberikan kontribusi 4,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menurut Erwita, keberhasilan mencapai target tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku industri pariwisata. “Termasuk kolaborasi erat dengan masyarakat, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif. Event seperti Gandrung Sewu merupakan kekuatan kolaborasi,” ujarnya.

Di Gandrung Sewu 2025, sebanyak 2.500 seniman terlibat, terdiri dari sekitar 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah lain. Pagelaran ini bukan hanya menjadi tontonan budaya, tapi juga penggerak ekonomi lokal.

“Event seperti ini memberi multiplier effect bagi masyarakat. Penginapan penuh, warung rakyat ramai, pedagang laris, hingga jasa transportasi meningkat. Gandrung Sewu membawa berkah bagi Banyuwangi,” ujar Ipuk.


Dengan hadirnya Gandrung Sewu, Banyuwangi tidak hanya menjaga kebudayaan lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata. Acara ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan