Kerusakan Situs Bersejarah di Iran Akibat Serangan AS dan Israel
Sebanyak 140 situs bersejarah yang tersebar di 20 provinsi di Iran dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari 2026 lalu. Kerusakan tersebut menimbulkan kerugian sebesar 7,5 triliun tomans atau setara dengan Rp3 triliun. Menurut laporan dari Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran, kota dengan jumlah situs bersejarah yang rusak terbanyak adalah Teheran. Di sana, tercatat sekitar 63 situs bersejarah yang mengalami kerusakan parah.
Sementara itu, Isfahan dan Golestan menjadi dua wilayah lainnya yang paling banyak mengalami kerusakan pada situs-situs bersejarah mereka, masing-masing dengan 23 dan 12 situs yang rusak. Peristiwa ini menunjukkan betapa besar dampak serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap warisan budaya Iran.
Iran Mengalami Kerugian Ekonomi Besar Akibat Perang
Selain merusak situs-situs bersejarah, perang antara Iran dengan AS dan Israel juga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Diperkirakan, Iran telah mengalami kerugian hingga 145 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2,4 kuadriliun. Angka ini didapatkan dari sumber internal pemerintah dan intelijen Iran, yang dilaporkan oleh Jerusalem Post pada Kamis (9/4/2026). Jumlah kerugian ini termasuk kerusakan yang terjadi akibat serangan terhadap situs-situs bersejarah.
Selain itu, banyak alutsista milik Iran juga mengalami kerusakan. Salah satu alutsista yang paling terdampak adalah mesin peluncur rudal. Sebanyak 160 hingga 190 mesin peluncur rudal balistik Iran diketahui telah rusak akibat perang dengan AS dan Israel.
Perang Antara Iran dengan AS dan Israel Sudah Mereda
Meski begitu, Iran kini sedikit bisa bernapas lega karena perang dengan AS dan Israel sudah mulai mereda. Presiden AS, Donald Trump, telah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) lalu. Gencatan senjata ini disepakati setelah AS dan Israel membombardir Iran selama lebih dari satu bulan.
Gencatan senjata ini disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung cukup lama.
AS dan Iran Mulai Negosiasi Perdamaian
Tidak hanya itu, AS dan Iran juga telah menggelar negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan, selama 21 jam. Tujuan dari negosiasi ini adalah untuk membuat perang antara AS, Israel, dan Iran berakhir secara permanen. Namun, upaya tersebut masih mengalami kebuntuan. Hingga saat ini, AS dan Iran belum mencapai kesepakatan damai.
Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat, ujar Wakil Presiden AS, JD Vance, usai pertemuan dengan perwakilan Iran, seperti dilansir Times of Israel.
Namun, seorang sumber internal Pemerintah Pakistan mengatakan bahwa proses negosiasi antara AS dan Iran akan dilanjutkan. Hal ini merupakan langkah penting agar perang antara Iran dengan AS dan Israel bisa berakhir secara permanen.


