
Peningkatan Perjalanan Penyeberangan Selama Nataru
Selama periode H-10 hingga H-6 Natal, Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara mencatat sebanyak 143.851 orang dan 37.714 unit kendaraan yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Data yang diperoleh pada tanggal 15-19 Desember 2025 menunjukkan peningkatan sebesar 0,4 persen untuk jumlah penumpang dan 5,3 persen untuk jumlah kendaraan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rudi Sunarko, menyatakan bahwa perusahaan telah memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal. Hal ini meliputi pengaturan jadwal dan kapasitas kapal, peningkatan fasilitas layanan pelabuhan, kesiapan sumber daya manusia, serta penyediaan tugboat sebagai bagian dari rencana cadangan.
“Selain itu, pemantauan kesesuaian data tiket dan manifest terus kami lakukan untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa,” ujar Rudi dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Peningkatan Jumlah Penumpang dan Kendaraan
Pada H-6 Natal, jumlah penumpang yang berangkat dari Pulau Jawa ke Sumatera mencapai 37.715 orang, meningkat 16,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 9.858 unit atau meningkat 21,1 persen.
Kendaraan roda dua tercatat sebanyak 928 unit atau naik 59,5 persen, kendaraan roda empat sebanyak 3.883 unit atau naik 11,6 persen, truk sebanyak 4.625 unit atau naik 24,5 persen, dan bus sebanyak 422 unit atau naik 17,2 persen.
Untuk arah sebaliknya, Posko Merak mencatat penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada H-6 Natal sebanyak 31.199 orang atau naik 2,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.131 unit atau meningkat 9,4 persen.
Pengawasan dan Pengendalian Arus Kendaraan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengunjungi Pelabuhan Merak kemarin. Ia memberikan apresiasi atas operasional ASDP, khususnya penerapan delaying system untuk mencegah penumpukan kendaraan di pelabuhan.
“Langkah ini menjadi elemen krusial untuk menjaga kelancaran, keteraturan, dan keselamatan layanan penyeberangan, terutama pada periode puncak seperti Nataru,” ujar Agus.
Untuk mengendalikan arus kendaraan ke pelabuhan, ASDP telah menyiapkan buffer zone di wilayah Merak, antara lain di Rest Area KM 43 dan KM 68. Area tersebut berfungsi sebagai titik penampungan sementara sekaligus pengendali pergerakan kendaraan, sehingga kepadatan tidak terkonsentrasi di dalam kawasan pelabuhan.
Strategi Pengelolaan Lalu Lintas
Strategi pengelolaan lalu lintas ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan bagi para pengguna jasa. Dengan adanya buffer zone, kendaraan dapat menunggu secara teratur tanpa mengganggu proses penyeberangan utama. Ini juga membantu mengurangi risiko kemacetan dan mempercepat proses pemeriksaan kendaraan sebelum masuk ke pelabuhan.
Selain itu, ASDP juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan jalur laut untuk memastikan keberlanjutan operasional. Dengan demikian, pengguna jasa dapat merasa tenang dan nyaman saat melakukan perjalanan penyeberangan.
Kesimpulan
Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antar pulau. Dengan peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan, ASDP telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran dan keamanan. Dari pengaturan jadwal kapal hingga pengelolaan arus kendaraan, semua upaya dilakukan agar pengguna jasa dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.