147 ribu rumah warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 30x dilihat
147 ribu rumah warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
147 ribu rumah warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Data Kerusakan Rumah Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 147.217 unit rumah warga di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor. Data ini dihimpun per Selasa (16/12/2025). Aceh menjadi provinsi dengan jumlah rumah rusak terbanyak, mencapai lebih dari 100.000 unit.

Rincian Kerusakan Rumah di Aceh

  • Total rumah rusak: 106.058 unit
  • Rusak Ringan: 46.779 unit
  • Rusak Sedang: 22.951 unit
  • Rusak Berat: 36.328 unit

Beberapa kabupaten/kota di Aceh memiliki jumlah rumah rusak terbanyak: - Aceh Utara: 36.964 unit
- Aceh Timur: 18.914 unit
- Aceh Tamiang: 10.720 unit

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rincian Kerusakan Rumah di Sumatra Utara

  • Total rumah rusak: 28.708 unit
  • Rusak Ringan: 19.651 unit
  • Rusak Sedang: 3.899 unit
  • Rusak Berat: 5.158 unit

Kabupaten/kota dengan jumlah rumah rusak terbanyak: - Langkat: 11.273 unit
- Tapanuli Tengah: 6.481 unit
- Tapanuli Selatan: 4.624 unit

Rincian Kerusakan Rumah di Sumatra Barat

  • Total rumah rusak: 12.451 unit
  • Rusak Ringan: 6.933 unit
  • Rusak Sedang: 2.959 unit
  • Rusak Berat: 2.559 unit

Kabupaten/kota dengan jumlah rumah rusak terbanyak: - Kota Padang: 5.497 unit
- Padang Pariaman: 3.490 unit
- Agam: 1.540 unit

Presiden Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian untuk Korban Bencana

Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumut, dan Sumbar. Hal ini disampaikan saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Menurut Prabowo, pemerintah akan segera membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban bencana di Sumatra. Ia menyebut bahwa rencana pembangunan hunian tersebut sudah direncanakan dan akan segera dilaksanakan. Dalam laporan Menteri Perumahan, pembangunan 2.000 unit rumah bisa dimulai pada hari Minggu ini.

"Kemungkinan rumah ini bisa langsung jadi rumah tetap ya. Jadi nanti semua unsur akan bekerja sama," ujar Prabowo. Ia juga menekankan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan hunian tidak harus dicari, karena bisa menggunakan tanah milik negara.

"Jangan ada alasan cari lahan dan sebagainya, pakai lahan milik negara yang ada," jelasnya. Bahkan jika diperlukan, lahan yang dikonsesi juga bisa digunakan.

"Kalau perlu PTPN, kalau perlu konsesi-konsesi hutan itu kita pakai semua. Jadi, sekarang ini saatnya terus kita bekerja sangat keras," tambahnya.

Update Korban Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

BNPB melaporkan bahwa total korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar per Selasa (16/12/2025) mencapai 1.053 jiwa. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Aceh: 449 jiwa meninggal dunia
  • Sumut: 360 jiwa meninggal dunia
  • Sumbar: 244 jiwa meninggal dunia

Selain itu, masih ada 200 orang yang hilang, dengan rincian: - Aceh: 21 orang
- Sumut: 79 orang
- Sumbar: 90 orang

Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 606.040 orang, dengan rincian: - Aceh: 571.201 orang
- Sumut: 21.579 orang
- Sumbar: 13.260 orang

Sebagai catatan, jumlah korban tewas dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan oleh petugas dan masyarakat. Pemerintah saat ini masih fokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak serta penyaluran bantuan ke masyarakat terdampak.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan