149 Ketua Wilayah Dukung Pengangkatan Ketua BPMS GMIM 2022-2027 di SMST ke-38

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 14x dilihat
149 Ketua Wilayah Dukung Pengangkatan Ketua BPMS GMIM 2022-2027 di SMST ke-38
149 Ketua Wilayah Dukung Pengangkatan Ketua BPMS GMIM 2022-2027 di SMST ke-38

Pengisian Jabatan Ketua BPMS GMIM 2022-2027 Disahkan dalam Sidang SMST ke-38

Pengesahan pengisian jabatan Ketua Badan Pemusyawaratan Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) periode 2022-2027 resmi disahkan dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38. Acara berlangsung di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon, Selasa (16/12/2025) malam. Sebanyak 310 peserta hadir dalam sidang pleno yang membahas agenda penting tersebut.

Proses Pengesahan dan Peran Pjs Ketua BPMS

Agenda pengisian lowongan jabatan Ketua BPMS GMIM 2022-2027 telah diketuk selama sidang pleno II. Meski sempat diwarnai interupsi dari peserta sidang, Pimpinan Sidang, Pjs Ketua BPMS, Pdt Adolf Wenas akhirnya mengetuk palu untuk mengesahkan agenda tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Pdt Adolf Wenas, keputusan ini didasarkan pada rapat BPMS pada 27 Oktober 2025. Dalam keputusannya, BPMS menyatakan bahwa terjadi kelowongan atau berhalangan tetap bagi Ketua BPMS GMIM 2022-2027, yaitu Pdt Hein Arina. Selanjutnya, dalam rapat BPMS resmi yang dihadiri oleh 12 BPMS, Pdt Adolf Wenas ditetapkan sebagai Pjs Ketua BPMS untuk mempersiapkan pelaksanaan SMST tahun 2025.

Tugas Pjs Ketua BPMS adalah untuk menyiapkan hingga ada Ketua BPMS yang baru. Hal ini dilakukan setelah adanya putusan pengadilan negeri Manado terkait Ketua BPMS definitif dan sudah inkrah.

Dengan ditetapkannya keputusan ini, sidang selanjutnya akan memilih Ketua BPMS 2022-2027 untuk mengisi lowongan. Sesuai dengan Tata Gereja GMIM 2021, Ketua BPMS pengisian lowong dipilih dari unsur pendeta anggota BPMS.

Partisipasi Peserta dan Hadirnya Pejabat Penting

Sidang SMST ke-38 GMIM diikuti sekitar 310 peserta, termasuk 149 Ketua Wilayah. Di antara peserta, turut hadir Penasehat BPMS, yakni Pdt AO Supit, Pdt PH Tampi, dan Pdt Dr HWB Sumakul. Ketiganya pernah menjadi Ketua BPMS GMIM.

Selain itu, hadir pula Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang didampingi Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie serta Ketua Komisi I DPRD Sulut Bryan Waworuntu. Kehadiran gubernur dalam forum strategis gerejawi ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan GMIM.

Peran GMIM dalam Masyarakat dan Komentar Gubernur

Gubernur YSK menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap peran pelayanan gereja di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan kerendahan hatinya saat berdiri di hadapan para pendeta dan pimpinan sinode GMIM.

Dalam sambutannya, Gubernur YSK menekankan tantangan kompleks yang dihadapi saat ini, seperti perubahan sosial, dinamika ekonomi global, perkembangan teknologi, serta persoalan kemanusiaan dan moral. Ia menegaskan bahwa GMIM memiliki peran strategis sebagai garam dan terang bagi kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi atas kontribusi GMIM yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis dalam berbagai bidang. Menurut YSK, SMST ke-38 GMIM menjadi momentum penting untuk menilai capaian pelayanan gereja dan menyusun langkah-langkah perbaikan.

Harapan dan Ajakan untuk Natal

Menjelang perayaan Natal, Gubernur YSK mengajak seluruh jemaat GMIM untuk memaknai Natal secara lebih mendalam sebagai panggilan menghadirkan kasih, damai sejahtera, dan pengharapan. Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana alam di wilayah Sulawesi Utara.

“Pemerintah dan gereja tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi, doa, dan kerja bersama, kita dapat mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkas YSK.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan