
Indonesia akan segera menghadapi peningkatan infrastruktur yang signifikan, terutama dalam pembangunan 15 bendungan baru selama masa pemerintahan Prabowo. Berita ini menjadi perhatian utama di berbagai media, termasuk platform bisnis seperti aiotradeBisnis, pada Minggu (26/10). Selain itu, industri drama mikro China juga menjadi topik menarik, dengan pendapatan mencapai USD 9,4 miliar atau setara Rp 156,06 triliun tahun ini.
Daftar 15 Bendungan Baru di Era Prabowo
Pembangunan 15 bendungan baru ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 47,84 triliun. Menteri PUPR Dody Hanggodo menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas irigasi, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan adanya bendungan tersebut, luas area irigasi akan meningkat dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare. Sementara itu, luas tanam juga diperkirakan naik dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pembangunan bendungan harus diiringi dengan pengembangan saluran konektivitas dan jaringan irigasi, ujar Dody. Dengan pasokan air yang stabil, produktivitas pertanian dapat meningkat, serta kesejahteraan petani akan ikut meningkat.
Selain itu, hasil panen juga diproyeksikan meningkat dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun. Indeks pertanaman (IP) juga diperkirakan naik dari 150 persen menjadi 262 persen. Hal ini berarti petani bisa menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
Berikut adalah daftar 15 bendungan yang akan selesai sebelum 2029:
Bendungan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan)
Cibeet dan Cijurey (Jawa Barat)
Bener (Jawa Tengah)
Karangnongko, Jragung, Cabean (Jawa Tengah)
Bagong (Jawa Timur)
Manikin dan Mbay (NTT)
Jenelata (Sulawesi Selatan)
Way Apu (Maluku)
Budong-Budong (Sulawesi Barat)
Riam Kiwa (Kalimantan Selatan)
* Bulango Ulu (Gorontalo)
Drama China Raup Rp 156 T
Laporan The Micro-Drama Economy 2025 yang dirilis oleh Media Partners Asia (MPA) menyebutkan bahwa pendapatan industri drama mikro China akan terus meningkat hingga 2030. Proyeksi pendapatan pada tahun 2025 mencapai USD 16,2 miliar atau setara Rp 265,07 triliun.
Selama lima tahun ke depan, pendapatan industri ini akan berkembang secara bertahap:
Tahun 2026: USD 11,5 miliar
Tahun 2027: USD 13,3 miliar
Tahun 2028: USD 14,6 miliar
Tahun 2029: USD 15,5 miliar
* Tahun 2030: USD 16,2 miliar
Laporan ini diambil dari delapan platform penayangan micro drama, yaitu DramaBox, DramaWave, FlickReels, GoodShort, MoboReels, NetShort, ReelShort, dan ShortMax.
Perbandingan dengan Industri Drama Mikro Global
Pendapatan industri drama mikro China berada di atas rata-rata dunia. Untuk tahun 2025, proyeksi pendapatan China lebih tinggi dibandingkan Jepang dan Korea.
Proyeksi pendapatan industri drama mikro Jepang pada tahun 2025 adalah USD 267 juta atau setara Rp 4,42 triliun. Sementara itu, industri drama mikro Korea diperkirakan akan mendapatkan keuntungan USD 109 juta atau sekitar Rp 1,81 triliun.
Pada tahun 2030, industri drama mikro Jepang diperkirakan akan meraup pendapatan USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 19,88 triliun dengan pertumbuhan CAGR sebesar 35,2 persen. Sementara itu, industri drama mikro Korea diproyeksikan meraih pendapatan sebesar USD 886 juta atau sekitar Rp 14,68 triliun dengan pertumbuhan CAGR sebesar 52,3 persen.