150 Anak Terlibat Narkoba, Pengguna hingga Kurir

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
150 Anak Terlibat Narkoba, Pengguna hingga Kurir


Polri melaporkan telah mengungkap sebanyak 38.934 kasus peredaran narkoba selama periode Januari hingga Oktober 2025. Dalam jumlah tersebut, terdapat 51.763 orang yang menjadi tersangka, dengan 150 di antaranya masih berstatus anak-anak.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Syahardiantono, menyatakan bahwa proses hukum terhadap para tersangka yang masih anak-anak tetap berpedoman pada Undang-Undang Perlindungan Anak. Ia menegaskan, "Tapi apa pun itu, yang terlibat narkoba kami tindak tegas." Pernyataan ini disampaikan oleh Syahar di Gedung Bareskrim Polri, Rabu, 22 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa kebanyakan tersangka anak merupakan pengguna dan kurir narkoba. Menurut Eko, sindikat narkoba sering memanfaatkan anak-anak dalam operasional mereka. "Mereka menggunakan kurir anak agar lebih mudah lepas dari tuntutan hukum," ujarnya.

Dari data yang diperoleh, anak-anak yang terlibat dalam kasus narkoba paling banyak ditemukan di Sumatera Utara. Provinsi ini menjadi fokus utama Polri dalam upaya mengatasi peredaran narkoba.

Eko merinci jumlah tersangka berdasarkan jenis kelamin. Dari total tersangka, sebanyak 48.692 orang adalah laki-laki, 2.764 orang adalah perempuan, dan 150 orang di antaranya masih anak-anak.

Selama sepuluh bulan terakhir, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika seberat 197,71 ton. Jenis narkotika yang paling banyak disita adalah ganja, dengan berat 184,64 ton. Diikuti oleh sabu-sabu seberat 6,95 ton. Selain itu, ada beberapa jenis narkotika lain yang juga ditemukan, seperti:

  • Ekstasi
  • Kokain
  • Heroin
  • Tembakau gorilla
  • Happy five
  • Hashis
  • Ketamine
  • Happy water
  • Obat keras
  • Etomidate
  • THC

Perlu diketahui, kejahatan narkoba tidak hanya melibatkan pemakai atau kurir, tetapi juga jaringan besar yang bekerja secara terstruktur. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba semakin kompleks dan memerlukan pendekatan yang lebih intensif dari aparat penegak hukum.

Dalam upaya menangani kasus ini, Polri terus meningkatkan kerja sama dengan instansi terkait serta melakukan operasi rutin untuk mencegah peredaran narkoba. Langkah-langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan