
Evaluasi Akhir Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha di Sanggar Molek
Kegiatan evaluasi akhir Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diikuti oleh 19 peserta telah berlangsung di pusat pelatihan Sanggar Molek, Kampung Nagrog, Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 12 November 2025, sebagai penutup dari rangkaian pelatihan yang telah berlangsung selama sebulan.
Sebelumnya, para peserta mengikuti pelatihan yang dipandu oleh instruktur tata rias berpengalaman. Menurut Yeti Kusmayati, penanggung jawab kegiatan, kegiatan hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama 32 hari. Dalam evaluasi akhir ini, peserta diberikan soal terkait materi yang sudah diajarkan dan harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan praktik merias pengantin selama 120 menit atau 2 jam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Yeti berharap, setelah kegiatan ini, para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat selama pembelajaran. Ia juga berharap peserta bisa membuka salon sendiri, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru. "Mudah-mudahan ilmu yang didapat selama pelatihan bermanfaat bagi para peserta, sehingga mereka dapat membuka usaha sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Rita Novita, SP, salah satu dewan juri, menjelaskan kriteria penilaian dalam kegiatan ini. Kriteria tersebut antara lain cara mengaplikasikan make up, cara pemasangan aksesori yang tepat, terutama cara pemasangan siger Sunda. Ia menilai bahwa peserta diharapkan memahami teori dan tata cara merias pengantin, terutama tata cara pemasangan siger. Rita juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan kaum perempuan untuk memiliki keterampilan, sehingga bisa menambah penghasilan. "Mudah-mudahan, kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menciptakan usaha baru, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Rita.
Popong Carminah, SM, yang juga menjadi dewan juri, menambahkan bahwa selain make up, busana yang dikenakan juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Menurutnya, tata rias wajah dan balutan busana serta aksesori yang dikenakan harus senada atau matching. Popong juga menyampaikan bahwa minat generasi muda terhadap dunia tata rias cukup tinggi. Ketidakterikatan waktu mungkin menjadi salah satu alasan, karena job merias hanya dilakukan pada event-event tertentu, namun tetap memiliki penghasilan.
Siti Rohimah, salah satu peserta pelatihan, merasa senang dan bangga bisa mengikuti pelatihan tata rias pengantin ini. Ia menjadi lebih tahu banyak tentang tata cara merias pengantin yang baik dan profesional. "Alhamdulillah dengan mengikuti pelatihan ini, banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan," ujar wanita yang memiliki harapan menjadi make up artist profesional ini. Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak Sanggar Molek dan Pemerintah melalui Kemendikdasmen Vokasi yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. "Saya ucapkan terima kasih kepada Sanggar Molek dan Kemendikdasmen Vokasi yang telah menggelar kegiatan ini, dan tentunya sangat bermanfaat bagi kami," pungkasnya.
Pada kegiatan puncak ini, seluruh peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan terampil dan penuh percaya diri, mereka mempraktekan ilmu merias pengantin disaksikan pembimbing dan dewan juri. Sebagai informasi, para peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan sertifikat pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara kegiatan, yang membuktikan bahwa mereka sudah mampu, dan tentunya akan membuat para peserta semakin percaya diri.