Perputaran Uang Irau Malinau Kaltara Capai Rp107,8 Miliar
Perayaan Irau Malinau Kaltara ke-11 berhasil mencatatkan angka yang sangat menggembirakan dalam hal perputaran uang. Dalam perayaan tahun ini, total perputaran uang mencapai sebesar Rp107,8 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan Irau 2023 yang hanya tercatat sebesar Rp44,8 miliar. Peningkatan sebesar 140 persen menunjukkan antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi yang semakin besar dari acara budaya ini.
Irau Malinau Kaltara merupakan sebuah kegiatan budaya yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pada tahun ini, rangkaian acara berlangsung selama 20 hari, mulai dari tanggal 7 hingga 26 Oktober 2025. Selama periode tersebut, berbagai kegiatan budaya dan ekonomi diadakan, yang berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, menyampaikan capaian ini dalam acara penutupan Irau Malinau ke-11 pada Minggu (26/10/2025). Menurutnya, angka perputaran uang tersebut menegaskan bahwa Irau tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga sebagai stimulus ekonomi yang kuat bagi masyarakat setempat.
Perputaran uang pada Irau ke-11 tercatat sebesar Rp 107 miliar, katanya saat memberikan sambutan pada malam penutupan. Ia menambahkan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat dan pelaku usaha lokal yang memanfaatkan momentum Irau untuk berkembang.
Selama dua pekan lebih, berbagai aktivitas ekonomi seperti kuliner, kerajinan, dan transportasi ikut bergerak. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Malinau semakin siap menyelenggarakan kegiatan skala besar. Bupati juga menyebut bahwa masyarakat Malinau layak berbangga karena mampu melaksanakan hajatan besar yang menarik perhatian publik Kalimantan Utara.
Irau sebagai Simbol Kebersamaan Lintas Etnis
Irau Malinau tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan lintas etnis di Bumi Intimung. Selama pelaksanaan Irau, keamanan tetap terjaga dengan baik. Tidak ada gangguan berarti yang dilaporkan, yang menandakan partisipasi aktif semua pihak dalam menjaga suasana tetap kondusif.
Selain dampak ekonomi, perayaan Irau juga memiliki makna penting dalam memperkuat identitas budaya daerah. Ribuan peserta terlibat dalam pawai adat, pentas seni, serta berbagai lomba tradisional yang menghidupkan kembali warisan leluhur. Acara ini menjadi wadah untuk melestarikan budaya lokal dan memperkuat rasa kebersamaan di kalangan masyarakat.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan tradisi Irau sebagai agenda kebanggaan Malinau. Momentum Irau diharapkan terus menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan peran Irau yang semakin besar, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi wilayah Malinau.
