
BENGKULU, aiotrade
Universitas Bengkulu (Unib) telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di beberapa provinsi di Sumatera. Dalam upaya kemanusiaan ini, sebanyak 20 mahasiswa Unib berangkat untuk menjadi relawan di lokasi bencana, khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Aksi ini dilakukan sebagai pengganti kuliah kerja nyata (KKN), sehingga mahasiswa tersebut tidak perlu mengikuti KKN seperti biasanya.
“Kami mengirimkan 20 orang mahasiswa Unib untuk membantu para korban bencana banjir di Sumbar. Mereka akan bertugas selama dua bulan, sesuai durasi KKN,” jelas Rektor Unib, Indra Candranita dalam keterangan tertulis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, Unib juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terkena dampak banjir di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan yang disalurkan mencapai total Rp 60 juta, dan diberikan melalui beberapa perguruan tinggi daerah masing-masing. Untuk Aceh, bantuan disalurkan melalui Universitas Syiah Kuala; untuk Sumbar, melalui Universitas Andalas; dan untuk Sumut, melalui USU.
“Kami melibatkan enam perguruan tinggi dalam penyaluran bantuan ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir,” tambah Indra.
Tidak hanya itu, Unib juga mengirimkan tenaga kesehatan ke lokasi bencana untuk memastikan kebutuhan medis para korban terpenuhi. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.
Mahasiswa Terdampak Banjir Diberi Keringanan
Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Unib, tercatat ada 26 mahasiswa yang terdampak banjir dari Aceh, Sumut, dan Sumbar. Untuk memberikan dukungan, Unib akan memberikan pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) pada semester genap tahun 2026 bagi mahasiswa tersebut.
“Pembebasan UKT ini merupakan bentuk dukungan Unib kepada mahasiswa yang terkena dampak bencana. Kami juga telah menyampaikan data tersebut ke Pemprov Bengkulu,” jelas Indra.
Langkah ini dilakukan atas permintaan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang meminta Unib melakukan pendataan terhadap mahasiswa korban bencana Sumatera. Data tersebut nantinya akan digunakan oleh Pemprov Bengkulu untuk membantu mahasiswa Unib yang berasal dari daerah terdampak banjir.
Upaya Kemanusiaan yang Berkelanjutan
Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Unib tidak hanya terbatas pada bantuan fisik, tetapi juga mencakup dukungan psikologis dan edukasi bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Dengan adanya program ini, Unib menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Rektor Indra Candranita juga menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan yang muncul akibat bencana alam. Hal ini akan memperkuat kemitraan dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta berkelanjutan.
Dengan inisiatif-inisiatif seperti ini, Unib tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi contoh dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.