Kontribusi Bank Indonesia dalam Penerimaan Negara
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa BI menjadi salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata BI terhadap penerimaan negara, meskipun perannya utama adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Perry menjelaskan bahwa hingga akhir 2025, nilai pembayaran pajak yang akan dipenuhi oleh BI diperkirakan mencapai Rp2,95 triliun dari total pagu Rp2,97 triliun yang telah disiapkan. Sementara itu, realisasi pembayaran pajak hingga akhir September 2025 telah mencapai Rp1,56 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
βBank Indonesia menjadi salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia,β ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.
Proyeksi Surplus Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2025
Di sisi lain, Perry Warjiyo memproyeksikan realisasi Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2025 akan mencatat surplus sebesar Rp68,7 triliun hingga akhir tahun. Proyeksi tersebut mencerminkan kinerja positif BI dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian global.
βHingga September 2025, surplus anggaran tercatat sebesar Rp77,9 triliun. Sementara hingga akhir tahun, realisasi ATBI diproyeksikan tetap surplus sebesar Rp68,7 triliun,β ujar Perry.
Pentingnya Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal
Ia menambahkan, kinerja keuangan yang solid dan tata kelola yang transparan menjadi faktor penting yang memungkinkan BI berkontribusi besar terhadap penerimaan negara. Kontribusi ini juga menunjukkan peran BI tak hanya terbatas pada kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar, tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan fiskal nasional.
Perry menegaskan, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat agar stabilitas ekonomi dapat terjaga di tengah dinamika global yang penuh tantangan, seperti tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan dunia.
"Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh tantangan, termasuk tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan dunia," ungkapnya.
Daftar Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia
Sebagai catatan, pada 2024, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah merilis 20 perusahaan pembayar pajak terbesar untuk realisasi tahun pajak 2023. Berikut daftarnya:
- Grup Djarum β Robert Budi Hartono
- Grup Adaro β Garibaldi Thohir
- Grup Bayan Resources β Low Tuck Kwong
- Grup Indofood β Anthoni Salim
- Grup Sinarmas β Indra Widjaja
- Grup Gudang Garam β Susilo Wonowidjojo
- Grup Indika Energy β Hapsoro
- Grup MedcoEnergi β Ir. Arifin Panigoro
- Grup Musim Mas β Bachtiar Karim
- Grup Wings β Ir. Eddy William Katuari
- Grup Trakindo β Rachmat Mulyana Hamami
- Grup Agung Sedayu β Susanto Kusumo
- Grup CT Corp β Chairul Tanjung
- Grup Harum Energy β Lawrence Barki
- Grup Triputra β Ny. T.P. Racmat L.R. Imanto
- PT Pertamina (Persero)
- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
- PT Pupuk Indonesia (Persero)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


Jepang Berencana Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi 3 Kali Lipat