20 Siswa SD Ungaran Diduga Keracunan MBG, Orang Tua Kekhawatiran

admin.aiotrade 01 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
20 Siswa SD Ungaran Diduga Keracunan MBG, Orang Tua Kekhawatiran

Kekhawatiran Orang Tua Murid terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Di Ungaran, sebuah sekolah dasar ngeri (SDN) Ungaran 01 mengalami kejadian yang memicu kekhawatiran besar dari para orang tua murid. Setelah beberapa siswa mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), para orang tua memutuskan untuk mengambil sikap tegas dalam pertemuan darurat dengan pihak sekolah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pertemuan tersebut, mayoritas orang tua menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi mentoleransi penyedia makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan pada anak-anak mereka. Meski demikian, mereka bersedia melanjutkan program MBG asalkan pelayanan diberikan oleh pihak lain yang lebih dapat dipercaya.

Situasi di Sekolah Negeri Ungaran 01

Menurut informasi yang diperoleh, sebanyak enam siswa harus beristirahat di rumah setelah mengalami gejala mual dan muntah. Sementara itu, delapan siswa lainnya membutuhkan perawatan lanjutan. Dari total 20 siswa yang terkena dampak, sebagian besar langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD Gondo Suwarno.

Kepala Sekolah SDN Ungaran 01, Irmayani, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengundang perwakilan orang tua dan wali murid serta Komite Sekolah untuk membahas situasi ini. Para orang tua memberikan masukan dan saran, termasuk keluhan terkait program MBG.

Perbaikan yang Diinginkan Orang Tua

Orang tua murid menuntut adanya perbaikan dalam sistem pelayanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Beberapa dari mereka bahkan menginginkan pergantian penyedia makanan, seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berbeda.

Namun, Irmayani mengungkapkan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk membuat keputusan terkait penggantian penyedia makanan. Sekolah masih menunggu hasil uji laboratorium dan rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Saran dari Ketua Komite Sekolah

Ketua Komite SDN Ungaran 01, Bambang Munthoha, juga menilai pentingnya perbaikan dalam pelayanan MBG. Ia menyarankan agar pihak sekolah memperhatikan kualitas dalam proses memasak dan pemenuhan gizi. Selain itu, ia menyarankan agar pemberian MBG ditunda sementara hingga hasil laboratorium diketahui.

Bambang mengungkapkan bahwa ada orang tua yang mengusulkan pergantian dapur MBG atau SPPG. Namun, sebagian orang tua lainnya bersedia memberi toleransi jika ada perbaikan yang dilakukan.

Kejadian Sebelumnya yang Menjadi Perhatian

Sebelum kejadian ini, sekitar 20 siswa SDN Ungaran 01 Kabupaten Semarang mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG pada Selasa (30/9/2025). Dari jumlah tersebut, sebagian besar langsung mendapat perawatan medis.

Para orang tua dan komite sekolah sepakat bahwa langkah-langkah perbaikan harus segera diambil untuk memastikan keselamatan dan kesehatan siswa. Mereka berharap agar pihak terkait dapat segera menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan efektif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan