Persiapan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Tarakan
Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan sedang mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun 2026 yang akan berlangsung pada bulan Mei hingga Juli. Dalam persiapan tersebut, BPS Tarakan akan menurunkan sebanyak 200 orang petugas untuk melakukan sensus ini.
Petugas-petugas tersebut akan dibagi tugasnya sesuai dengan penyebaran usaha di wilayah Tarakan. Saat ini, BPS Tarakan masih dalam proses finalisasi pemetaan sepanjang tahun 2025. Proses ini penting agar distribusi petugas dapat dilakukan secara efektif dan merata.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Para petugas yang akan melaksanakan Sensus Ekonomi ini akan terdiri dari kombinasi antara tenaga lama dan rekrutan baru. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan para petugas lama mungkin telah bekerja di tempat lain. Oleh karena itu, BPS Tarakan tetap membutuhkan perekrutan petugas baru untuk memastikan kelancaran pelaksanaan sensus.
"Rekrutmen petugas Sensus Ekonomi akan difollow up lewat kanal media sosial kami. Prinsipnya bagi yang ingin masuk dalam petugas sensus ekonomi, kalau bisa follow Instagram BPS Tarakan ataupun BPS Kaltara mauupun BPS Pusat karena informasinya akan seragam kapan mulai rekrutmen," ujar Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi.
Rencananya, perekrutan petugas Sensus Ekonomi akan dimulai pada Februari tahun 2026. Syarat minimal untuk menjadi petugas adalah lulusan SMA. Selain itu, ada seleksi wawancara yang harus dilalui oleh calon petugas.
"Biasanya yang daftar itu lebih dari yang dibutuhkan karena ini bicara pekerjaan kan. Sekarang banyak yang ingin tambahan pekerjaan dan pengalaman ya," kata Umar Riyadi.
Bagaimana jika ada mahasiswa yang mendaftar menjadi petugas sensus ekonomi? "Mahasiswa boleh, yang penting bisa mengatur waktu, karena kerjanya selama dua bulan," jelasnya.
Petugas Sensus Ekonomi akan melakukan pendekatan langsung ke setiap rumah tangga dan perusahaan. Untuk mendukung proses ini, BPS Tarakan juga akan melibatkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Ditanyakan apakah jumlah 200 petugas cukup, Umar Riyadi menjelaskan bahwa saat ini masih dalam tahap persiapan. Jika nanti ditemukan kekurangan, maka akan diajukan kembali.
Mengenai gaji, petugas Sensus Ekonomi akan mendapatkan gaji setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tarakan selama dua bulan berjalan. "Kalau misalnya sudah dibahas UMK Tarakan tahun 2026 maka berlaku di tahun 2026," tegasnya.
Tantangan dan Persiapan Lainnya
Selain jumlah petugas, BPS Tarakan juga sedang mempersiapkan berbagai aspek lain seperti sistem data, pelatihan petugas, dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa Sensus Ekonomi tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan data yang akurat serta representatif.
Pemetaan wilayah juga menjadi salah satu hal yang sangat penting. Dengan adanya pemetaan yang tepat, petugas akan lebih mudah mengakses lokasi-lokasi yang menjadi target sensus. Proses ini juga membantu dalam menentukan jumlah petugas yang diperlukan di setiap area.
Selain itu, BPS Tarakan juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sensus sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan efisiensi. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk kualitas data yang dikumpulkan, tingkat partisipasi masyarakat, dan efektivitas komunikasi dengan masyarakat.