23 Paskal Perluas Cakupan, Ciptakan 2.000 Lapangan Kerja di Bandung

admin.aiotrade 23 Sep 2025 3 menit 13x dilihat
23 Paskal Perluas Cakupan, Ciptakan 2.000 Lapangan Kerja di Bandung
Featured Image

Pemkot Bandung Dorong Pusat Perbelanjaan Jadi Daya Tarik Wisata dan Sumber Lapangan Kerja

Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan bahwa pusat-pusat perbelanjaan modern harus menjadi daya tarik wisata sekaligus berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini disampaikan saat meresmikan perluasan 23 Paskal Shopping Center (23 Paskal Extension), yang dilakukan akhir pekan lalu.

Menurut Erwin, kehadiran 23 Paskal Extension tidak hanya menambah ruang belanja dan hiburan, tetapi juga memperluas interaksi sosial, peluang ekonomi, serta memperkuat identitas Bandung sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner. Ia menegaskan bahwa kota ini sudah dikenal sebagai shopping paradise dan culinary heaven, dan kehadiran 23 Paskal semakin memperkaya pilihan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami ingin pusat belanja ini menjadi wadah bagi UMKM lokal, desainer muda, dan inovator kuliner untuk tampil sejajar dengan brand dunia,” ujar Erwin.

Pemkot Bandung juga berkomitmen untuk mempermudah investasi sekaligus mendorong pelaku usaha untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Saat ini tingkat pengangguran di Kota Bandung mencapai 7,4 persen, dengan target penurunan menjadi 6,4 persen.

“Kami meminta perusahaan yang beroperasi di Kota Bandung bisa memprioritaskan warga ber-KTP Bandung, tentu yang memiliki kompetensi,” jelasnya.

Erwin optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Bandung sebagai kota kelas dunia yang tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal.

Komitmen Pengembangan Bersama Masyarakat

Direktur Utama PT Mitra Perdana Nuansa, Arnes Lukman, menjelaskan bahwa perluasan 23 Paskal adalah bentuk komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat Kota Bandung. Menurutnya, extension ini bukan hanya tentang ruang baru, tetapi juga komitmen untuk mendukung UMKM, menambah tenant, menghadirkan wahana rekreasi seperti Skyward Project, serta menjadikan 23 Paskal sebagai ikon kebanggaan Bandung.

Arnes menegaskan bahwa kehadiran pusat belanja ini akan terus membuka peluang kerja, memperkuat investasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, CEO Cornerstone, Amelia Gozali, menyebutkan bahwa perluasan 23 Paskal juga menghadirkan sejumlah brand besar yang untuk pertama kalinya hadir di Bandung. Selain brand internasional, 23 Paskal menyediakan ruang khusus bagi UMKM Bandung.

“Kami punya food court yang menampung UMKM unggulan Bandung. Kami juga bekerja sama dengan Dusun Bambu untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung,” jelas Amelia.

Ia menambahkan bahwa 23 Paskal kini telah menciptakan hampir 2.000 lapangan kerja dan berkomitmen terus berkontribusi bagi perekonomian Bandung.

“Bagi kami, 23 Paskal bukan hanya pusat belanja, tapi juga simbol kepercayaan warga Bandung dan bukti nyata komitmen kami bagi kota ini,” tuturnya.

Peran Pusat Perbelanjaan dalam Pembangunan Kota

Dengan ekspansi ini, 23 Paskal semakin memantapkan posisinya sebagai ikon belanja, kuliner, sekaligus ruang kreatif bagi masyarakat Bandung. Keberadaannya tidak hanya memberikan akses ke berbagai produk dan layanan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan berinovasi bagi para pelaku usaha lokal.

Pengembangan pusat perbelanjaan seperti 23 Paskal menjadi bagian dari strategi kota untuk meningkatkan kualitas hidup warga, memperluas peluang ekonomi, dan menjaga kekayaan budaya lokal. Kehadiran mereka juga menjadi indikator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan bahwa pengembangan infrastruktur tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. Dengan adanya proyek seperti ini, Bandung semakin siap menjadi kota yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan