232 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama, Petani Rugi Besar

232 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama, Petani Rugi Besar
232 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama, Petani Rugi Besar

Serangan Hama Ancam Ribuan Hektare Sawah di Pinrang

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), sekitar 232 hektare sawah terkena serangan hama. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para petani setempat, terutama karena kondisi tanaman padi mereka mulai mengering dan mati.

Lokasi Terparah Terdampak Hama

Menurut laporan yang diterima, rata-rata sawah yang terserang hama berada di Kecamatan Cempa dan Patampanua. Dua jenis hama utama yang menyerang adalah penggerek batang dan tikus. Kedua hama ini diketahui sangat merusak tanaman padi, sehingga memengaruhi hasil panen para petani.

Petani setempat kini mulai panik, karena ancaman gagal panen semakin nyata. Mereka khawatir serangan hama akan terus meluas dan berdampak pada ketahanan pangan daerah tersebut.

Pengalaman Petani yang Terkena Dampak

Salah satu petani, Jamil Hasim, mengungkapkan bahwa hampir seluruh tanaman padi miliknya mengering akibat serangan hama penggerek batang. Ia menyebutkan bahwa dari lahan seluas 85 are, hasil panennya hanya mencapai 19 karung. Padahal, biasanya ia bisa mendapatkan hingga 45 karung dalam satu musim panen.

"Diserang penggerek batang, jadi hasilnya sangat sedikit," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa kerugian yang dialami tidak hanya berupa gagal panen, tetapi juga biaya produksi yang tidak tercover. Sewa traktor saja per hektar mencapai Rp 2 juta, sementara harga gabah saat ini hanya sekitar Rp 7.200 per kilogram.

Perbedaan Hasil Panen yang Signifikan

Selain Jamil, petani lainnya bernama Aco juga mengeluhkan hasil panen yang jauh lebih rendah dibanding musim tanam sebelumnya. Menurutnya, lahan seluas 2 hektare hanya menghasilkan 45 karung gabah. Sebelumnya, hasilnya bisa mencapai ratusan karung.

"Perbandingannya sangat jauh. Kemarin ada ratusan karung, sekarang cuma 45," katanya dengan wajah sedih.

Penyebab Serangan Hama

Kepala Dinas Pertanian Pinrang, Andi Sinapati Rudy, menjelaskan bahwa jumlah sawah yang terserang hama penggerek batang mencapai 115 hektare di Kecamatan Cempa, sementara hama tikus menyerang 117 hektare di Kecamatan Patampanua.

Ia menyoroti bahwa penyebab utama serangan hama adalah ketidaksesuaian jadwal penanaman oleh para petani. "Banyak petani yang tidak menanam sesuai jadwal yang telah ditentukan," ujarnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena beberapa petani masih menunda penanaman hingga bulan Januari. Padahal, rekomendasi dari penyuluh pertanian menyebutkan bahwa penanaman di bulan tersebut berisiko tinggi terkena serangan hama.

"Kami sudah sampaikan bahwa dalam hasil rapat turun sawah, ternyata masih ada beberapa petani yang menunda penanaman. Ini resikonya," tambahnya.

Langkah yang Diambil untuk Mengatasi Masalah

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pihak dinas pertanian berencana memberikan bantuan teknis dan edukasi kepada para petani agar lebih disiplin dalam menjalankan proses penanaman. Selain itu, diperlukan koordinasi yang lebih baik antara petani dan penyuluh pertanian agar risiko serangan hama dapat diminimalkan.