2.750 Peserta Ikuti Pelatihan Petugas Penjamah Makan SPPG BGN di Bali

admin.aiotrade 18 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
2.750 Peserta Ikuti Pelatihan Petugas Penjamah Makan SPPG BGN di Bali
2.750 Peserta Ikuti Pelatihan Petugas Penjamah Makan SPPG BGN di Bali

Pelatihan Petugas Penjamah Makan SPPG di Empat Wilayah Bali

Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan pelatihan petugas penjamah makan SPPG secara serentak di empat wilayah Provinsi Bali, yaitu Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar pada tanggal 18 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh total 2.750 peserta yang terbagi dalam beberapa lokasi.

Pelaksanaan pelatihan dilakukan di beberapa titik, antara lain Harris Sunset Road di Tabanan dengan 1.000 peserta, Grand Mega di Badung yang dihadiri oleh 600 peserta, Harris River View di Gianyar dengan 400 peserta, serta dua lokasi di Kota Denpasar, yaitu Hotel B dan Harris Sunset Road yang diikuti oleh 750 peserta. Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen BGN dalam implementasi program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, Ranto, S.P., M.A.P., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian integral dari Edukasi Bisnis Proses Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program MBG. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat penerapan teknis MBG khususnya dalam pengelolaan dapur.

“Pelatihan penjamahan makanan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam proses penyiapan bahan dan penyajian makanan agar dapat dilakukan dengan aman, higienis, dan sesuai standar yang berlaku. Setiap petugas SPPG diharapkan mampu menerapkan praktik penanganan makanan yang benar,” ujar Ranto.

Pelatihan ini juga melibatkan narasumber ahli dari berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PERSAGI, BPOM, dan BPJS. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan titik kritis di dapur seperti sanitasi, higienitas, keamanan pangan, serta pentingnya kepemilikan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para relawan SPPG.

BGN menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi penting untuk mewujudkan implementasi MBG yang terstruktur, menggunakan data gizi yang valid, mengedepankan higienitas dapur, serta mematuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi teknis antara tenaga lapangan, relawan dapur, Kepala SPPG, dan pemangku kepentingan daerah guna menjamin layanan makan bergizi terselenggara secara tepat sasaran dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Keterlibatan aktif 2.750 peserta dari Provinsi Bali menunjukkan bahwa BGN yakin bahwa provinsi ini memiliki kesiapan struktural dan sumber daya manusia yang memadai untuk menjadi penggerak utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis menuju visi Indonesia Emas 2045.

Fokus pada Peningkatan Standar dan Keamanan Pangan

Dalam pelatihan ini, fokus utama adalah pada peningkatan standar dan keamanan pangan. Peserta diajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapur, cara menyimpan bahan makanan yang tepat, serta prosedur pengolahan makanan yang sesuai dengan standar higienis.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang tanggung jawab mereka sebagai petugas SPPG dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat. Hal ini termasuk penggunaan alat pelindung diri, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pemantauan kondisi makanan sebelum disajikan.

Beberapa topik penting yang dibahas dalam pelatihan ini meliputi:

  • Pengelolaan sanitasi dan kebersihan dapur
  • Teknik penyimpanan bahan makanan yang aman
  • Prosedur pengolahan makanan yang sesuai dengan standar higienis
  • Pentingnya pemantauan kesehatan dan kelayakan petugas
  • Manfaat kepemilikan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para relawan

Kolaborasi Antar Instansi

Kolaborasi antar instansi menjadi salah satu elemen penting dalam pelatihan ini. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar informasi dengan narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PERSAGI, BPOM, dan BPJS. Hal ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan teori yang telah dipelajari dalam bentuk simulasi dan diskusi kelompok. Hal ini membantu peserta lebih memahami konsep-konsep yang diajarkan dan menerapkannya dalam situasi nyata.

Kesimpulan

Pelatihan petugas penjamah makan SPPG di empat wilayah Bali ini menunjukkan komitmen BGN dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis yang berkelanjutan dan berstandar tinggi. Dengan partisipasi aktif dari 2.750 peserta, BGN optimis bahwa Provinsi Bali siap menjadi contoh dalam penerapan program tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan