
bali.aiotrade.app
DENPASAR – Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan pelatihan petugas penjamah makan SPPG secara serentak di empat wilayah Provinsi Bali, pada hari Sabtu (18/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar. Total peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 2.750 orang, dengan distribusi di beberapa lokasi di seluruh Provinsi Bali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di wilayah Tabanan, pelatihan berlangsung di Harris Sunset Road dengan jumlah peserta sebanyak 1.000 orang. Sementara itu, di Grand Mega, Kabupaten Badung, terdapat 600 peserta. Di Gianyar, pelatihan diadakan di Harris River View dengan partisipasi 400 peserta. Untuk Kota Denpasar, dua titik lokasi digunakan, yaitu Hotel B dan Harris Sunset Road, yang masing-masing dihadiri oleh 750 peserta.
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen dalam menjalankan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, Ranto, S.P., M.A.P., menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi bagian integral dari Edukasi Bisnis Proses Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program MBG.
Menurut Ranto, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat penerapan teknis MBG khususnya dalam pengelolaan dapur. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam proses penyiapan bahan dan penyajian makanan agar dapat dilakukan dengan aman, higienis, dan sesuai standar yang berlaku.
“Setiap petugas SPPG diharapkan mampu menerapkan praktik penanganan makanan yang benar,” ujar Ranto.
Pelatihan ini juga melibatkan narasumber ahli dari berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PERSAGI, BPOM, dan BPJS. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan titik kritis di dapur seperti sanitasi, higienitas, keamanan pangan, serta pentingnya kepemilikan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para relawan SPPG.
BGN menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi penting untuk mewujudkan implementasi MBG yang terstruktur, menggunakan data gizi yang valid, mengedepankan higienitas dapur, serta mematuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi teknis antara tenaga lapangan, relawan dapur, Kepala SPPG, dan pemangku kepentingan daerah. Tujuannya adalah menjamin layanan makan bergizi terselenggara secara tepat sasaran dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Dengan keterlibatan aktif 2.750 peserta dari Provinsi Bali, BGN meyakini bahwa provinsi ini memiliki kesiapan struktural dan sumber daya manusia yang memadai untuk menjadi penggerak utama keberhasilan program MBG menuju visi Indonesia Emas 2045.