29-31 Desember, WFA Diharapkan Dongkrak Ekonomi Nataru

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 14x dilihat
29-31 Desember, WFA Diharapkan Dongkrak Ekonomi Nataru


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajukan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto agar skema work from anywhere (WFA) diterapkan pada 29 hingga 31 Desember 2025. Usulan tersebut disampaikan Airlangga dalam sidang Kabinet Merah Putih.

Menurut Airlangga, penerapan WFA di akhir tahun diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025. Kebijakan ini juga dinilai bisa membantu mengatur arus mobilitas masyarakat agar lebih merata selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya mengusulkan penerapan skema Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 29 sampai 31 Desember 2025,” ujar Airlangga dalam Instagramnya, Selasa (16/12).

Dalam rapat kabinet itu, Airlangga turut menyampaikan laporan mengenai perkembangan terbaru kondisi perekonomian nasional. Ia menyebut sejumlah indikator utama menunjukkan pergerakan yang mengarah positif menjelang akhir tahun.

“Ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan,” tuturnya.

Selain membahas kondisi ekonomi, Airlangga juga menyinggung rencana pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera. Pemerintah menyiapkan kebijakan keringanan kredit serta kemudahan akses pembiayaan guna mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.

“Saya juga menyampaikan rencana kebijakan keringanan kredit dan kemudahan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha yang terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk segera menggerakkan kembali roda perekonomian di wilayah-wilayah yang dilanda bencana,” tuturnya.


1,52 Juta Tiket Kereta Sudah Terjual Jelang Nataru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sudah menjual 1.521.766 tiket untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka tersebut merupakan penjualan hingga Selasa, 16 Desember 2025 pukul 8.00 WIB. Jumlah penjualan tiket ini setara 43,4 persen dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan penjualan tiket menunjukkan tren peningkatan seiring semakin dekatnya periode libur akhir tahun.

“Dari total penjualan tersebut, tiket kereta api jarak jauh terjual 1.448.084 tiket atau 52,4 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal mencatat penjualan 73.682 tiket, setara 9,9 persen dari total 745.056 tempat duduk,” ujar Anne.

Anne menjelaskan, karakter penjualan kereta api lokal berbeda dengan kereta api jarak jauh. Tiket kereta api lokal baru dapat dibeli mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga angka penjualan akan meningkat mendekati tanggal perjalanan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Tiket Kereta

Beberapa faktor memengaruhi tingginya penjualan tiket kereta api menjelang Nataru. Pertama, kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan meningkat seiring dengan kedekatan waktu libur. Kedua, adanya promo tiket yang ditawarkan oleh PT KAI, termasuk diskon dan paket-paket khusus untuk keluarga maupun rombongan.

Selain itu, infrastruktur transportasi kereta api yang semakin baik juga menjadi salah satu alasan masyarakat memilih moda ini sebagai pilihan utama. Dengan fasilitas yang lengkap dan layanan yang terjamin, banyak orang merasa nyaman menggunakan kereta api untuk perjalanan jarak jauh.

Perbandingan Penjualan Tiket Antar Kereta

Terdapat perbedaan signifikan antara jumlah penjualan tiket kereta api jarak jauh dan kereta api lokal. Tiket kereta jarak jauh lebih banyak diminati karena memiliki rute yang lebih luas dan bisa mencakup kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sementara itu, kereta lokal lebih cocok digunakan untuk perjalanan jarak pendek, seperti antar kota kecil atau daerah-daerah sekitar.

Meski jumlah penjualan tiket kereta lokal masih relatif rendah, peningkatan terjadi secara bertahap. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap transportasi kereta api lokal semakin meningkat.

Strategi Peningkatan Penjualan Tiket

PT KAI terus mengembangkan strategi untuk meningkatkan penjualan tiket. Salah satunya adalah dengan memperluas jaringan kereta api dan meningkatkan frekuensi perjalanan. Selain itu, penggunaan teknologi digital juga dimaksimalkan untuk mempermudah proses pembelian tiket.

Adanya aplikasi resmi KAI dan platform online lainnya memungkinkan calon penumpang memesan tiket kapan saja dan di mana saja. Hal ini sangat membantu masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan dengan lebih cepat dan efisien.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan