
Informasi Menarik Seputar Sumatera Barat
Berikut adalah beberapa informasi menarik yang terkait dengan wilayah Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir:
Uji Coba Akses Padang–Bukittinggi Berlangsung 6 Hari, Pengendara Diimbau Utamakan Keselamatan
Pengendara yang akan melintas di jalur Padang–Bukittinggi via Lembah Anai diimbau meningkatkan kewaspadaan seiring uji coba pembukaan kembali akses jalan pasca putus. Selama masa uji coba yang berlangsung dari 16 Desember hingga 21 Desember 2025, akses diberlakukan terbatas dengan penjadwalan pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Oleh karena itu, pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).
Ia menyampaikan bahwa akses jalan Padang–Bukittinggi sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, diberlakukan jam operasionalnya, dimana diperbolehkan melintas pada pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB. Sementara itu, dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, akses lalu lintas Padang-Padang Panjang ditutup total.
Melalui imbauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pelaksanaan uji coba fungsional Jalan Nasional Padang–Padang Panjang hingga Bukittinggi dibuka pada 16 sampai 21 Desember 2025 mendatang. "Pengaturan waktu operasional dibuka pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB," ungkapnya.
Kata Abdul, pada tahap awal, ruas jalan tersebut diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan empat, serta truk dengan muatan maksimal 8 ton. "Selama masa uji coba, pengaturan dan pengamanan lalu lintas dilakukan oleh Polres Padang Panjang bersama instansi terkait," ujarnya.
Untuk itu, pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama melintas di ruas jalan tersebut. Sedangkan di luar jam operasional uji coba, serta pada kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, ruas Jalan Nasional Padang–Bukittinggi akan ditutup total. "Penutupan ini dilakukan untuk mendukung percepatan pekerjaan rekonstruksi sekaligus memastikan keselamatan dan keamanan pengguna jalan," pungkasnya.
BNPB bersama instansi terkait juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan uji coba fungsional. Apabila uji coba berjalan aman dan sesuai hasil evaluasi, maka pengerjaan akan dilanjutkan ke tahap penanganan permanen. "Perencanaanya kurang lebih tujuh bulan dan ditargetkan selesai pada Juli 2026, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis dan cuaca," tambahnya.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot mengatakan terkait operasional lalu lintas untuk kendaraan roda dua dan empat, hingga truk tronton maksimal berat 8 ton hanya bisa dilalui pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB pagi. "Sedangkan dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, arus lalu lintas Padang-Padang Panjang ditutup total," jelasnya.
Ia berharap pengendara yang melintasi jalan Padang-Padang Panjang agar melihat waktu operasional arus lalu lintas agar tidak terjadi kekeliruan. "Intinya akses ditutup total, jika melewati waktu operasional lalu lintas Padang-Padang Panjang," sebutnya.
Pasca Diterjang Banjir Parah, Pemkab Mentawai Rencanakan Relokasi Desa Ulicoman dan Salapak
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana merelokasi warga yang bermukim di Desa Ulicoman dan Desa Salapak pasca banjir parah yang melanda wilayah tersebut dua pekan lalu. Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengatakan rencana relokasi itu akan ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan dalam waktu dekat.
“Dalam minggu ini saya akan turun langsung untuk melakukan peninjauan sekaligus pemantapan. Beberapa lokasi seperti Ulicoman dan Salapak memang direncanakan untuk direlokasi. Tentunya perlu perhitungan berapa jumlah rumah yang harus disiapkan,” kata Rinto Wardana kepada aiotrade, Selasa (16/12/2025).
Selain menyiapkan hunian, Pemkab Mentawai juga akan mengkaji lokasi yang dinilai layak dijadikan tempat relokasi bagi warga dari dua desa tersebut. “Kita akan mengkaji lokasi mana yang akan digunakan sebagai tempat relokasi baru, termasuk proses hukumnya, baik melalui pembebasan lahan maupun kesepakatan dengan pemilik tanah,” jelasnya.
Menurut Rinto, lokasi relokasi direncanakan berada di kawasan yang lebih tinggi guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang. “Relokasinya ke lokasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Namun, Rinto mengakui proses relokasi diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang. Pasalnya, wilayah Siberut sebagian besar merupakan kawasan hutan produksi. “Proses relokasi ini memang akan memakan waktu karena Siberut merupakan kawasan hutan produksi, sehingga perlu proses pembebasan lahan dan perizinan. Karena itu, pelaksanaannya tidak bisa cepat,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir melanda hampir seluruh wilayah Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Bahkan, dalam dua pekan terakhir, banjir terjadi sebanyak dua kali. “Dalam dua minggu ini sudah terjadi dua kali banjir susulan,” kata Rinto Wardana.
Banjir merendam sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Muara Siberut, Siberut Utara, Siberut Selatan, Siberut Tengah, Siberut Barat, dan Siberut Barat Daya. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Desa Muntai, Salapak, dan Ulicoman. Selain merusak infrastruktur seperti jembatan dan jalan, banjir juga sempat merendam rumah warga hingga ke bagian lantai, meski tidak dilaporkan adanya kerusakan berat pada bangunan rumah.
Tangis Mardian Pecah Saat Terima Jenazah Ibu dan Anak Korban Banjir Bandang Padang Panjang
Isak tangis Mardian pecah di ruang penjemputan jenazah RS Bhayangkara Padang, Polda Sumatera Barat Senin (15/12/2025). Tubuhnya tampak lemas saat kabar pahit ibu dan anaknya menjadi dua dari korban banjir bandang di Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang.
Mardian, warga Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, hanya bisa menangis. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia beberapa kali dipeluk dan ditenangkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, yang dengan sabar mengusap kepala Mardian agar tetap tegar.
Tangis itu pecah setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri memastikan identitas dua jenazah yang sebelumnya tak dikenal. Keduanya adalah Aliah, ibu kandung Mardian, serta anaknya, Rizky Muhammad Akbar.
Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya adik ipar Mardian hingga kini masih belum ditemukan. Tragedi ini bermula pada Kamis (27/11/2025) lalu. Aliah, Rizky, dan adik ipar Mardian berangkat menuju Kota Padang dengan mengendarai satu sepeda motor, melintasi jalur Lembah Anai. Namun nahas, saat melintas di kawasan Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, banjir bandang datang menerjang. Ketiganya dinyatakan hilang sejak saat itu.
Beberapa waktu kemudian, dua jenazah ditemukan di kawasan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Karena belum diketahui identitasnya, Polda Sumbar sempat memakamkan keduanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Kota Padang pekan lalu. Kepastian baru didapat setelah proses pencocokan data antemortem dan postmortem oleh tim DVI Mabes Polri.
Hasil identifikasi itulah yang akhirnya membawa Mardian ke RS Bhayangkara Padang, untuk menerima kenyataan pahit atas kepergian orang-orang tercintanya. Usai proses penyerahan jenazah secara simbolis, Mardian memutuskan memindahkan makam ibu dan anaknya ke pemakaman keluarga di Kabupaten Solok. “Jenazah keduanya akan dimakamkan kembali di makam keluarga di Solok. Karena sebelumnya dimakamkan di TPU Bungus saat identitas belum diketahui,” ujar Devi, perwakilan Puskesmas Singkarak yang mendampingi Mardian.
Devi juga membenarkan bahwa ketiga korban saat itu tengah dalam perjalanan menuju Kota Padang sebelum akhirnya terseret banjir bandang di Padang Panjang. “Mereka bertiga. Namun sampai sekarang adik ipar Ibu Mardian masih belum ditemukan. Hari ini baru anak dan ibunya yang berhasil diidentifikasi,” ungkap Devi.
Di tengah ruang rumah sakit yang sunyi, tangis Mardian menjadi saksi betapa banjir bandang tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.