Era Tokenisasi Aset Dimulai, Ini Kandidat Terkuat yang Bisa Memimpin
CEO BlackRock (NYSE: BLK), Larry Fink, mengungkapkan pada Oktober lalu bahwa era tokenisasi semua aset telah resmi dimulai. Artinya, proses mengubah produk keuangan tradisional menjadi aset digital yang dapat dibeli, dijual, diperdagangkan, dan dikelola melalui teknologi blockchain kini mulai berjalan. Konsep ini bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi fokus utama beberapa perusahaan konsultan global yang memproyeksikan tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) sebagai peluang pasar bernilai triliunan dolar.
Lalu, kripto mana saja yang paling siap memimpin peluang besar ini menjelang 2026?
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
1. Chainlink

Posisi pertama ditempati Chainlink (LINK). Sejak awal, Chainlink dikenal sebagai jaringan oracle terdesentralisasi yang mendukung berbagai blockchain. Baru-baru ini, mereka juga meluncurkan protokol interoperabilitas yang memungkinkan perpindahan aset tertokenisasi antarblockchain.
Sama seperti Chainlink yang melesat selama booming DeFi pada bull run sebelumnya, potensi lonjakan tokenisasi aset nyata pada 2026 bisa memberi dorongan besar lagi. Meski harga LINK turun hampir 30 persen sepanjang 2025, token ini masih menjadi aset RWA terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar menurut CoinGecko.
2. Ondo

Kandidat kedua adalah Ondo (ONDO), token milik Ondo Finance. Perusahaan ini fokus men-tokenisasi produk keuangan untuk investor institusional besar, lalu mengelola aset tersebut di berbagai blockchain.
Visinya cukup ambisius: menciptakan "Wall Street 2.0," yaitu perpaduan antara finansial tradisional dan teknologi blockchain. Sayangnya, performa ONDO pada 2025 kurang memuaskan, turun lebih dari 57 persen sejak awal tahun.
3. World Liberty Financial

Yang terakhir adalah World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang berafiliasi dengan keluarga Trump. Tahun ini, mereka mengumumkan rencana tokenisasi komoditas seperti minyak dan kayu, serta membuka layanan peminjaman dan perdagangan aset dunia nyata.
Meskipun WLFI juga mengalami penurunan besar di 2025, proyek ini memiliki dukungan tidak langsung dari Presiden Donald Trump dan keluarganya. Tentu saja, dukungan politik bukan jaminan, tetapi banyak analis memprediksi geliat besar dari WLFI tahun depan, walaupun sejauh ini turun sekitar 50 persen.
4. Catatan untuk Investor Kripto

Tokenisasi RWA masih berada pada tahap awal. Meski sudah ada beberapa keberhasilan yang mencuri perhatian, belum waktunya menentukan siapa pemenang atau yang tertinggal. Bahkan, performa awal token-token yang fokus pada sektor ini cenderung mengecewakan.
Karena itu, pendekatan paling aman adalah memilih token RWA dengan kapitalisasi besar, dukungan institusional kuat, serta use case nyata di dunia finansial.
Untuk saat ini, Chainlink menjadi pilihan utama. Bukan hanya karena menciptakan token baru, tetapi juga karena mereka sedang membangun infrastruktur teknis yang memungkinkan tokenisasi aset menjadi tren jangka panjang.
Jika Larry Fink benar bahwa era baru tokenisasi aset sudah di depan mata, ketiga token ini bisa memiliki potensi pertumbuhan besar pada 2026.