3 Peristiwa Paling Dibicarakan Warga Sulut Kemarin: Pendeta Tewas dan Nelayan Hilang

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 12x dilihat
3 Peristiwa Paling Dibicarakan Warga Sulut Kemarin: Pendeta Tewas dan Nelayan Hilang

Tiga Kejadian Viral di Sulawesi Utara yang Ramai Diperbincangkan

Pada Rabu, 16 Desember 2025, beberapa kejadian viral di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi sorotan publik. Berikut ini tiga peristiwa yang paling menonjol dan ramai dibicarakan.

Kecelakaan Maut di Jalan Manado-Tomohon

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Manado-Tomohon, tepatnya di Kelurahan Tinoor, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), pada Senin (15/12/2025) sore. Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Rush dengan nomor polisi DB 1745 BP yang menabrak pohon di sisi kiri jalan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Akibat kejadian itu, satu orang penumpang meninggal dunia dan pengemudi mengalami luka ringan. Kasatlantas Polresta Tomohon, Iptu Engelina Yusuf, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Korban dalam peristiwa ini yakni pengemudi, Romel Sumanti dan satu penumpang, Syane Lalogiroth. Korban Syane dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke RS Bhayangkara Manado. Sementara pengemudi mengalami luka ringan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Syane Lalogiroth. Ia merupakan Penatua Pelayanan Khusus (Pelsus) GMIM Lembah Kasih Tataaran II, Tondano, Kabupaten Minahasa.

45 Hari Hilang di Laut, Doa Anak Carles Rompas Berbuah Mukjizat

Air mata syukur akhirnya jatuh setelah lebih dari sebulan penantian tanpa kepastian. Di tengah kabar simpang siur dan doa yang tak pernah putus, keluarga Carles Rompas akhirnya menerima jawaban yang mereka yakini sejak awal. "Firman yang selalu saya pegang, ‘mintalah maka kamu akan diberikan’. Hari ini kami merasakannya," ucap Alexsander Rompas, penuh syukur.

Nama Carles Rompas (66), akrab disapa Om Saling, adalah nelayan sederhana asal Kampung Kauhise, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Seumur hidupnya, laut adalah sahabat sekaligus ladang pengharapan tempat ia mengais rezeki demi menghidupi keluarga.

Namun pada 7 November 2025, laut yang selama ini dikenalnya berubah menjadi ujian terberat. Saat menjaga rakit asal Manado di perairan Tuminting, cuaca buruk disertai badai tiba-tiba datang. Dalam hitungan menit, Om Saling terlepas bersama rakit dan hanyut ke laut lepas tanpa kendali. Sejak saat itu, kabarnya seolah lenyap ditelan ombak.

Hari demi hari berlalu. Upaya pencarian tak membuahkan hasil. Dalam keterbatasan ekonomi, keluarga hanya bisa bertahan dengan satu kekuatan yakni doa dan keyakinan. Kabar simpang siur sempat menyebut Om Saling telah meninggal dunia. Namun bagi Istri dan anak-anaknya, ikatan batin tak pernah putus. Mereka percaya sang ayah masih hidup.

Selama 1 bulan 2 minggu 1 hari, Om Saling bertahan di tengah ganasnya Samudera Pasifik Selatan, hanyut hingga sekitar 100 mil dari daratan Jayapura. Tanpa bekal makanan.

Fakta Baru Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Manado

Fakta baru kasus pembunuhan ASN Pemkot Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kembali terungkap. Selain sudah terungkap siapa pembunuhnya dan juga motifnya, kini terbongkar apa yang dilakukan pelaku di rumah korban sebelum menghabisi ASN bernama Jimmy Mamahit (38) pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.

Sebelum Jimmy Mamahit dibunuh, Ia ternyata sempat menyuruh pelaku melakukan sesuatu di rumahnya yang berada di Perumahan Pandu Lestari, Lingkungan 3, Kecamatan Bunaken, Manado. Hal itulah yang kemudian menjadi awal motif Fahril (17) menghabisi nyawa Jimmy Mamahit.

Korban dipukul pakai dodutu rica atau penumbuk kayu cabai hingga tewas. Dodutu adalah tongkat kayu panjang yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat Minahasa untuk menumbuk padi ataupun rempah-rempah dapur seperti rica.

"Dari penyelidikan awal pelaku menggunakan penumbuk cabai untuk memukul korban, tim juga menemukan barang bukti di lokasi," tutur Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Muhammad Isral, SIK, MH, saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).

Selain itu, menurut Isral pelaku juga sempat melakukan penikam menggunakan pisau dapur kepada tubuh korban. Tapi lukanya tidak dalam, kami menduga pelaku tewas karena dipukul menggunakan penumbuk cabai beberapa kali," ujarnya.

Isral mengungkapkan motif pelaku membunuh korban karena diduga sakit hati kepada korban.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan