
Penanganan Banjir di Semarang dengan Bantuan 30 Unit Pompa
Di tengah situasi banjir yang terjadi di kawasan Tenggang dan Sringin, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat untuk menangani masalah tersebut. Pada Jumat (24/10/2025) siang, pihak berwenang mengerahkan sebanyak 30 unit pompa yang terdiri dari berbagai jenis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berikut rinciannya:
- 5 unit fixed pump
- 3 unit floating pump
- 22 unit mobile pump
Total kapasitas pompa yang dikerahkan mencapai 23.820 liter per detik (lps), yang diharapkan dapat membantu mempercepat aliran air agar tidak terjadi genangan yang lebih parah.
"Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam pernyataannya, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Sabtu (25/10/2025).
Pompa-pompa tersebut difokuskan di beberapa rumah pompa utama yang berada di wilayah terdampak, antara lain:
- Rumah Pompa Tenggang dengan kapasitas total 9.750 lps
- Rumah Pompa Sringin berkapasitas 6.000 lps
- Rumah Pompa Waru berkapasitas 3.500 lps
- Rumah Pompa Terboyo (belakang RSI Sultan Agung) dengan kapasitas 4.570 lps
Seluruh unit pompa bekerja secara simultan untuk mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan utama. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa air tidak menumpuk dan bisa segera dialirkan ke tempat yang lebih aman.
Selain pengoperasian pompa, Kementerian PU juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi tanggul dan pintu air di sekitar wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem pengendalian banjir berfungsi optimal serta mengantisipasi potensi kenaikan debit air akibat curah hujan tinggi.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Dwi Purwantoro, menjelaskan bahwa seluruh tim teknis di lapangan terus bekerja untuk memastikan operasi pompa berjalan lancar. Ia menambahkan bahwa Kementerian PU terus memantau kondisi debit air dan cuaca untuk memastikan peralatan berfungsi optimal serta mengantisipasi potensi genangan susulan.
Dengan penggunaan berbagai jenis pompa dan pendekatan yang terkoordinasi, pihak berwenang berharap dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Semarang. Selain itu, upaya pemantauan dan antisipasi akan terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas sehari-hari di kawasan tersebut.