31 Anak Jadi Korban Pelecehan, Akhiri Budaya Kebisuan

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 16x dilihat
31 Anak Jadi Korban Pelecehan, Akhiri Budaya Kebisuan


aiotrade

Tren Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur yang Mengkhawatirkan

Angka kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur menunjukkan grafik yang memprihatinkan. Hingga November 2025, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) mencatat sebanyak 31 korban anak. Jumlah ini belum termasuk pendampingan konseling yang telah diberikan kepada para korban.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, terutama dalam mengenali kasus-kasus yang rentan dialami anak di bawah umur. Setidaknya, ada 10 kasus pencabulan dan 21 kasus persetubuhan sepanjang tahun 2025.

"Seluruh korban merupakan anak di bawah umur berjenis kelamin perempuan," jelas Titik Ernawati.

Sosialisasi yang masif tentang perlindungan anak menjadi salah satu indikator meningkatnya kasus kekerasan. Masyarakat kian teredukasi dan berani menjadi pelapor maupun pelopor.

"Meski demikian, kami meyakini banyak kasus yang belum tertangani, lantaran para korban tidak berani melapor jika mengalami kekerasan," tambah Titik Ernawati.

Untuk meminimalisir hal tersebut, pihaknya terus membuka layanan aduan dengan menggandeng organisasi masyarakat (ormas), perusahaan, hingga lembaga pendidikan. "Kami ingin generasi muda terlindungi tanpa terlewatkan," harap Titik Ernawati.

Karakteristik Kasus yang Sering Terjadi

Dari seluruh kasus yang ditangani, menunjukkan karakteristik yang cukup identik. Kasus bermula dari kurangnya perhatian dari keluarga, kerentanan korban, hingga relasi kuasa dan kepercayaan terhadap pelaku.

"Pelaku biasa dilakukan orang dekat. Hal itu juga mempengaruhi munculnya budaya diam dan takut stigma karena rasa malu," jelas Titik Ernawati.

Salah satu contoh kasus yang terungkap adalah tindakan pencabulan yang dilakukan oleh AM, seorang lansia berusia 53 tahun. Ia ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak gara-gara mencabuli cucunya yang masih berusia 6 tahun.

"Terungkap setelah korban menunjukkan perubahan perilaku menyimpang. Hingga akhirnya orang tua melapor," jelas Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso.

Modus Pelaku yang Menyebalkan

Aksi pencabulan sering kali dilakukan saat kondisi rumah sedang sepi, khususnya saat sang nenek sedang tertidur.

"Tersangka membujuk korban untuk menuruti keinginannya. Bahkan mengancam agar tidak melapor," ujar Hendri.

Beberapa kasus lain juga menunjukkan bahwa pelaku sering menggunakan modus membangun kepercayaan terlebih dahulu. Mereka memanfaatkan posisi mereka sebagai anggota keluarga atau orang yang dekat dengan korban.

Ini membuat korban sulit untuk melawan atau melaporkan tindakan yang dialaminya. Banyak dari mereka merasa malu dan takut akan konsekuensi yang akan terjadi.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Dalam upaya pencegahan dan penanganan, Dinas KBPPPA Gresik terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk lembaga-lembaga yang memiliki peran penting dalam melindungi anak-anak.

Pihaknya juga aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi tentang hak-hak anak serta bagaimana cara melaporkan kekerasan yang terjadi.

"Kami berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan. Terutama dari lingkungan terdekat," harap Titik Ernawati.

Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran yang meningkat, diharapkan jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak dapat diminimalkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan