UNGARAN, aiotrade–
Sebanyak 310 atlet arung jeram dari 17 daerah di Jawa Tengah akan mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 21 hingga 25 Oktober 2025, dan diselenggarakan di Pesona Garda, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Dalam babak kualifikasi ini, para atlet akan memperebutkan 140 tiket untuk melaju ke Porprov Jateng. Ada total 16 nomor pertandingan yang dilombakan dalam empat kelas, yaitu R4 Putra, R4 Putri, R6 Putra, dan R6 Putri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Yang menarik dari pelaksanaan babak kualifikasi kali ini adalah cara penginapan peserta. Alih-alih menginap di hotel atau mess atlet, para peserta justru tinggal di rumah-rumah warga sekitar Pesona Garda. Hal ini memberikan suasana yang berbeda dan membuat para atlet merasa lebih dekat dengan lingkungan sekitar.
Atlet Menikmati Suasana Kampung dan Masakan Desa
Rehan, atlet kelas R4 dari Kota Surakarta, mengaku nyaman tinggal di homestay warga. Ia merasa seperti di rumah sendiri dan bisa beristirahat dengan tenang usai latihan.
“Rasanya seperti pulang kampung, apalagi di sini suasana pedesaannya sangat terasa,” ujarnya setelah pembukaan babak kualifikasi, Senin (20/10/2025).
Menurut Rehan, suasana homestay membuatnya merasa lebih rileks. Ia juga menyebutkan bahwa makanan yang disediakan cukup enak dan sesuai dengan kebutuhan gizi atlet.
“Menu makanannya juga makanan desa. Kemarin baru datang disuguhi banyak buah, ada pisang, jeruk, dan nangka, mantap,” tambahnya.
Aldo Rical, atlet dari Kabupaten Wonosobo, juga mengungkapkan pengalaman serupa. Ia mengaku senang menginap di rumah warga karena suasana tenang dan sederhana.
“Saya malah senang menginap di rumah warga, suasananya tenang dan sederhana. Enak interaksinya, bisa ngobrol dan mendapat pengalaman,” katanya.
Aldo juga mengapresiasi penyediaan makanan yang cukup memenuhi kebutuhan gizi atlet. Menurutnya, makanan yang disediakan mencakup protein dari daging, sayur, dan buah.
Namun, Aldo juga menyebut tantangan cuaca di wilayah tersebut cukup ekstrem. “Panas sekali, cepat menguras tenaga saat berlatih, namun itu tantangan yang dirasakan semua atlet yang bertanding,” tambahnya.
Meski demikian, ia tetap optimistis dapat lolos ke Porprov. Menurutnya, kondisi arus dan lintasan di Pesona Garda cukup baik dan menantang.
Panitia Siapkan 32 Homestay Warga
Ketua Panitia Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov Jateng 2025, Bagus Suryokusumo, menjelaskan alasan penginapan di rumah warga dipilih. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mendekatkan atlet ke lokasi pertandingan serta memberdayakan masyarakat.
“Ini untuk memudahkan para atlet dan official, mendekatkan dengan venue pertandingan,” ujarnya.
Selain itu, Bagus berharap setiap event atau pertandingan ini tidak hanya sekadar soal prestasi atlet, tapi juga bisa memberi manfaat kepada masyarakat.
“Kami berharap setiap event atau pertandingan ini tidak hanya sekadar soal prestasi atlet, tapi juga bisa memberi manfaat kepada masyarakat,” tegas Bagus, yang juga anggota DPRD Jawa Tengah.
Menurutnya, skema homestay ini turut menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari jasa penginapan, konsumsi, laundry, hingga UMKM dan promosi wisata.
“Tak hanya dari segi penginapan, tapi juga dari konsumsi, laundry, dan UMKM. Termasuk juga mempromosikan wisata di Pesona Garda,” pungkasnya.