
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyatakan sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan secara total menyusul bencana tanah longsor di sejumlah titik.
Dari hasil asesmen awal, terdapat 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis yang terjadi pada Jumat lalu setelah diguyur hujan deras. "Sehingga menyebabkan akses ke luar masuk Desa Tempur terputus total," ujarnya di Jepara, Jawa Tengah pada Ahad, 11 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Adapun titik longsor terparah berada di lokasi pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang". Di lokasi itu, badan jalan hilang total sepanjang sekitar 50 meter setelah tergerus aliran Sungai Gelis. "Titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak. Di lokasi itu, badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat sungai yang berpindah aliran," kata Arwin.
Ia menjelaskan dampak longsor tidak hanya merusak akses transportasi. Pasalnya, laporan situasi (SITREP) BPBD Jepara juga mencatat sedikitnya enam unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari terendam lumpur hingga rusak total.
Tak hanya itu, jaringan listrik di Desa Tempur dilaporkan padam total setelah satu tiang listrik roboh dan satu tiang lainnya dalam kondisi miring sehingga membahayakan. Terputusnya akses jalan dan padamnya aliran listrik turut berdampak pada perekonomian warga.
Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang aliran Sungai Gelis dilaporkan hanyut dan rusak akibat terjangan longsor dan luapan air. "Untuk data rinci potensi kerugian di sektor pertanian saat ini masih dalam tahap pendataan," ucap Arwin.
Hingga Sabtu kemarin pukul 17.00 WIB, BPBD Kabupaten Jepara terus melakukan berbagai upaya darurat. Langkah yang telah dilakukan meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat berupa ekskavator.
Meski begitu, kata Arwin, akses jalan utama hingga kini masih belum dapat dibuka. "Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, tetapi belum tuntas karena terkendala kondisi cuaca."
Kendala utama di lapangan adalah masih adanya cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan. Selain itu masih banyak material batu berukuran besar yang terus berjatuhan dari tebing.
Untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali akses warga yang terisolasi, BPBD Jepara mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak. Kebutuhan tersebut meliputi tambahan alat berat berupa ekskavator tipe PC-75 untuk menangani material besar, mesin alat konvensional untuk mempercepat proses pembersihan, serta dukungan logistik untuk menjamin pasokan kebutuhan dasar bagi ribuan warga terdampak.
Rencananya, pembersihan dan pembukaan akses jalan akan dilanjutkan pada hari ini, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan serta mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca. Perkembangan penanganan selanjutnya akan disampaikan melalui laporan situasi (SITREP) berikutnya.