
Program Magang Pengurus Koperasi Merah Putih Dipercepat untuk Membangun Ekosistem Bisnis Berbasis Desa
Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah mempercepat pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui program magang pengurus. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun ekosistem dan kemitraan bisnis yang berbasis desa. Batch perdana program magang ini resmi dibuka di Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada Minggu. Fokus utamanya adalah penguatan sektor pertanian, dengan partisipasi 38 peserta dari empat provinsi sejak 15 hingga 22 November 2025.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa magang ini dirancang untuk memperkuat kapasitas Koperasi Merah Putih dalam membangun ekosistem usaha dengan dukungan KNEKS, PUM Representative Indonesia, dan Universitas Pasundan. Sebanyak 114 peserta dari 24 provinsi dijadwalkan mengikuti magang yang digelar dalam tiga gelombang. Program ini mencakup pembekalan materi, kunjungan studi, hingga praktik langsung di lapangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu lokasi yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan program magang adalah Kopontren Al-Ittifaq. Menurut Destry, Kopontren Al-Ittifaq menjadi model praktik terbaik karena berhasil membangun agribisnis terpadu dari produksi hingga pemasaran yang terkoneksi dengan jaringan ritel modern. Ia menambahkan bahwa peserta dapat mempelajari seluruh rantai agribisnis dari hulu sampai hilir secara menyeluruh selama mengikuti kegiatan tersebut.
Selain aspek teknis, Kopontren Al-Ittifaq juga unggul dalam pemberdayaan masyarakat dan santri. Hal ini memberikan pengalaman sosial serta manajerial kepada peserta. Destry berharap program pemagangan ini dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan para pengurus Koperasi Merah Putih agar mampu memahami model bisnis, mengembangkan usaha berkelanjutan, dan menggandakan praktik sukses di daerah masing-masing.
Destry menegaskan bahwa program ini ditujukan untuk melahirkan ekosistem bisnis koperasi desa dengan Koperasi Merah Putih sebagai pusat agregasi usaha dan simpul ekonomi lokal. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, menilai pembelajaran berbasis praktik seperti magang merupakan metode paling efektif meningkatkan kualitas pengurus koperasi desa. Ia mengatakan peserta bisa mempelajari manajemen mutu yang diterapkan Al-Ittifaq dan kemudian menerapkannya di koperasi masing-masing.
Yuke juga menyoroti pentingnya pengurus memahami strategi pemasaran produk anggota serta membangun jejaring bisnis termasuk transformasi digital untuk koperasi modern. CEO Kopontren Al-Ittafaq, Setia Irawan, menjelaskan bahwa peserta akan mendapat gambaran lengkap mengenai pengembangan supply chain, penyusunan SOP, manajemen produksi, hingga perencanaan jangka panjang.
Setia menekankan bahwa inovasi menjadi kunci dan peserta diminta menemukan formula terbaik untuk dikembangkan di wilayah masing-masing. Ia juga memastikan bahwa model koperasi berbasis komunitas ala Al-Ittifaq sangat relevan diterapkan di Koperasi Merah Putih yang bertumpu pada potensi desa dan sektor pertanian.
Manfaat dan Tujuan Program Magang
Program magang ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Meningkatkan kapasitas pengurus koperasi: Melalui pembelajaran langsung dan pengalaman praktis, peserta akan lebih memahami berbagai aspek operasional koperasi.
- Memperkuat ekosistem bisnis: Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat agregasi usaha yang mampu menghubungkan berbagai stakeholder di tingkat desa.
- Mendorong kewirausahaan: Peserta diajarkan untuk memahami model bisnis dan mampu mengembangkan usaha berkelanjutan.
- Meningkatkan kualitas manajemen: Peserta akan belajar mengenai manajemen mutu, strategi pemasaran, dan transformasi digital.
Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga dan institusi. KNEKS, PUM Representative Indonesia, dan Universitas Pasundan turut berkontribusi dalam memberikan pendampingan dan bimbingan kepada peserta. Selain itu, keberhasilan Kopontren Al-Ittifaq dalam membangun agribisnis terpadu menjadi contoh yang bisa diadopsi oleh koperasi-koperasi lain.