381 Ribu Orang Berpindah dari Jawa ke Bali

381 Ribu Orang Berpindah dari Jawa ke Bali

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik 381 Ribu Orang Berpindah dari Jawa ke Bali. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Angka Penyeberangan Meningkat, Tapi Ada Penurunan dari Tahun Lalu

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 381.165 orang menyebrang dengan kapal feri dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali. Angka ini merupakan akumulasi dari tanggal 15 hingga 30 Desember 2025. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan bahwa fleksibilitas perjalanan berdampak pada meningkatnya mobilitas, baik kendaraan pribadi, roda dua, maupun logistik.

Meski demikian, data periode tersebut mengalami penurunan sebesar 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang naik sebesar 1,1 persen menjadi 101.562 unit.

Sementara itu, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat sebanyak 374.347 orang, turun 4,4 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, jumlah kendaraan yang menyeberang meningkat sebesar 2,3 persen mencapai 106.476 unit.

Arus kendaraan dari Bali menuju Jawa meningkat, dengan dominasi kendaraan roda dua dan truk logistik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari manapun turut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel. Hal ini menyebabkan sebaran arus kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu. "Tugas kami adalah memastikan seluruh layanan tetap optimal di tengah dinamika tersebut," ujar Heru.

Peningkatan Penumpang dan Kendaraan pada 30 Desember 2025

Berdasarkan data Posko Pelabuhan Gilimanuk pada 30 Desember 2025, jumlah penumpang hari itu tercatat sebanyak 27.826 orang, naik 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.350 unit, naik 18,3 persen.

Jumlah kenaikan pada truk logistik mencapai 1.821 unit, meningkat 34,6 persen. Sementara kendaraan roda dua tercatat sebanyak 3.798 unit, meningkat 24,6 persen.

Persiapan Manajemen ASDP untuk Menghadapi Lonjakan Trafilk

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan bahwa manajemen telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga untuk mengantisipasi lonjakan trafik di kemudian hari. Seluruh kesiapan didukung oleh personel operasional, yaitu 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk. Selain itu, penerapan delaying system dan buffer zone di sejumlah titik juga dilakukan.

Pada dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang saat ini tidak dioperasikan secara aktif, namun berstatus standby sebagai dermaga perbantuan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses bongkar muatan dari Gilimanuk ke Ketapang apabila diperlukan, untuk menjaga kelancaran arus dan fleksibilitas operasional.

"Dermaga ponton kami siagakan sebagai opsi pendukung. Pengoperasiannya bersifat situasional dan akan digunakan bila kondisi lapangan membutuhkan percepatan layanan," ucap Windy.

Koordinasi dengan Instansi Terkait

ASDP terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat, untuk memastikan operasional penyeberangan tetap aman di tengah potensi perubahan cuaca dan dinamika lapangan.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar