Tips Mengatur Keuangan dengan Empat Metode Alokasi Gaji
Mengatur keuangan ternyata tidak mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit. Jika tidak diatur dengan baik, uang hasil jerih payah kita bisa habis sebelum gajian tiba. Ada pula yang bergaji besar, tetapi ternyata tidak mampu menabung atau berinvestasi. Bagaimana bisa begitu?
Untuk memastikan uangmu tidak habis begitu saja, Perencana Keuangan dari Zap Finance Prita Ghozie memberikan beberapa metode alokasi gaji yang bisa kamu coba. Berikut empat metode yang bisa diterapkan sesuai dengan besaran gaji:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
1. Gunakan Metode Commitment Budgeting untuk Kamu yang Bergaji UMP
Jika kamu memiliki gaji UMP, jangan khawatir karena kamu tetap bisa menabung atau berinvestasi. Metode commitment budgeting bisa menjadi solusi. Setiap kali menerima gaji, alokasikan 75 persen untuk kebutuhan sehari-hari dan 25 persen untuk tabungan atau investasi.
Misalnya, jika gajimu Rp4 juta, maka Rp3 juta digunakan untuk biaya hidup seperti sewa kos, makan, transportasi, dan beli pulsa. Sisanya, yaitu 25 persen, ditabung. Bayangkan kalau setiap bulan kamu menabung Rp500 ribu, maka setiap tahun kamu akan punya saldo Rp6 juta.

2. Metode Simple Budgeting untuk Kamu yang Bergaji di Atas UMP
Apabila penghasilan kamu sudah di atas UMP hingga double digit, kamu bisa menggunakan metode simple budgeting. Caranya adalah dengan membagi gaji menjadi tiga bagian: 50 persen untuk biaya hidup, 30 persen untuk tabungan atau investasi, dan 20 persen untuk gaya hidup.
Dengan metode ini, kamu bisa lebih fleksibel dalam mengatur kebutuhan sehari-hari sambil tetap menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi.

3. Pakai Metode ZAPFIN Jika Penghasilan Sudah Mumpuni
Metode ZAPFIN cocok untuk kamu yang penghasilannya sudah mumpuni, misalnya di atas Rp30 juta. ZAPFIN terdiri dari zakat, assurance (asuransi), present consumption (konsumsi saat ini), future spending (pengeluaran masa depan), dan investment (investasi).
Gunakan 2,5 persen gaji untuk zakat, 10 persen untuk asuransi dan dana darurat, 70 persen untuk biaya hidup rutin, 5 persen untuk tabungan pembelian besar, dan 10 persen untuk investasi.

4. Value Based Budgeting untuk Kamu yang Punya Keinginan Tertentu
Terakhir, metode value based budgeting cocok untuk kamu yang masih lajang, belum punya tanggungan, tetapi memiliki keinginan tertentu, misalnya menikah. Kamu bisa mengalokasikan 50 persen dari gaji untuk menabung dana menikah.
Setelah tujuan keuangan tercapai, kamu bisa menggantinya dengan tujuan lain atau menggunakan tiga metode alokasi gaji lainnya.

FAQ Seputar Metode Mengalokasikan Gaji Agar Tidak Habis Sebelum Gajian
Kenapa uang sering habis sebelum tanggal gajian?
Karena tidak ada pembagian gaji yang jelas antara kebutuhan, tabungan, dan gaya hidup, sehingga pengeluaran jadi tidak terkontrol.
Metode alokasi gaji apa yang paling efektif?
Metode yang efektif adalah yang sesuai dengan penghasilan, seperti simple budgeting, commitment budgeting, atau value based budgeting.
Bagaimana cara membagi gaji supaya cukup sampai akhir bulan?
Pisahkan gaji sejak awal bulan ke pos utama seperti kebutuhan rutin, tabungan, dan dana hiburan agar tidak tercampur.
Apakah gaji kecil tetap bisa diatur dengan metode alokasi?
Bisa. Justru alokasi gaji membantu penghasilan kecil lebih terkontrol dan mengurangi risiko kehabisan uang di tengah bulan.
Kapan waktu terbaik menerapkan alokasi gaji?
Waktu terbaik adalah langsung setelah gajian, sebelum uang digunakan untuk kebutuhan lain.
Tips untuk Pebisnis Online Pemula
Bagi para pebisnis online pemula, penting untuk menerapkan lima hal agar usahamu sukses. Dengan manajemen keuangan yang baik, kamu bisa cepat meraih kesuksesan dan kaya. Beberapa tips mengelola keuangan yang anti ribet bisa menjadi panduan untuk memulai bisnis secara efektif.