4 Fakta Lansia di Desa Pal IX Kubu Raya Dibacok OTK: Kronologi dan Reaksi Menantu Histeris

admin.aiotrade 23 Sep 2025 2 menit 19x dilihat
4 Fakta Lansia di Desa Pal IX Kubu Raya Dibacok OTK: Kronologi dan Reaksi Menantu Histeris
4 Fakta Lansia di Desa Pal IX Kubu Raya Dibacok OTK: Kronologi dan Reaksi Menantu Histeris

Kejadian Mengerikan di Toko Kelontong yang Hampir Merenggut Nyawa Lansia

Pada malam hari tanggal 22 September 2025, sebuah kejadian yang sangat mengerikan terjadi di toko kelontong milik seorang lansia bernama Jafri M. Tahir (68 tahun) yang berada di Jalan Raya Sungai Kakap, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Peristiwa tersebut hampir menyebabkan korban kehilangan nyawanya.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ketika pelaku masuk ke dalam toko. Saat itu, Jafri sedang sendirian di toko dan sempat bertanya kepada pelaku tentang apa yang ingin dibelinya. Namun, pelaku tidak menjawab dan langsung mengeluarkan parang dari belakang badannya, yang kemudian diarahkan ke leher Jafri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Jafri mencoba menahan senjata tajam tersebut, sehingga menyebabkan luka pada tangannya. Setelah melakukan aksi pembacokan, pelaku mendorong lemari ke arah Jafri dan langsung melarikan diri. Jafri sempat berteriak memanggil anaknya, namun hanya istrinya yang berada di sebelah toko. Mendengar teriakan Jafri, pelaku langsung kabur.

Fakta-Fakta Terkait Kejadian

  1. Kronologi Kejadian
    Saat kejadian, Jafri merasa sangat sakit dan pedih akibat luka yang dialaminya. Ia juga takut kehabisan darah, sehingga meminta untuk segera dibawa ke rumah sakit. Pelaku kabur ke arah Pontianak dan lari menuju sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari toko.

  2. Pelaku Tidak Dikenali
    Dalam aksinya, pelaku mengenakan pakaian yang menutupi wajahnya, sehingga hanya terlihat bagian mata. Akibatnya, Jafri tidak dapat mengenali pelaku. Beruntung, pelaku tidak membawa barang apa pun dari toko.

  3. Proses Penyelidikan oleh Polisi
    Pihak kepolisian telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut Aiptu Ade, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku dan mengetahui kerugian yang dialami korban.

  4. Reaksi Menantu Korban
    Menantu korban, Lili (21), mengungkapkan bahwa saat kejadian ia baru saja selesai makan dan mencuci piring. Ia mendengar suara teriakan dari arah toko dan langsung melihat kondisi ayah mertuanya yang bersimbah darah. Ia mengaku sangat kaget dan gemetar melihat kondisi tersebut.

Setelah menemukan ayah mertuanya dalam kondisi darurat, Lili segera meminta bantuan ke rumah dan menghubungi suaminya yang sedang mengantar paket di sekitar lokasi. Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit di Kota Pontianak untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, ada seorang warga yang melintas juga membantu menghubungi pihak kepolisian.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan keamanan di lingkungan sekitar, terutama bagi para lansia yang sering kali rentan menjadi korban kekerasan. Meski pelaku belum diketahui identitasnya, pihak kepolisian tetap berusaha keras untuk menangkap pelaku dan memberikan keadilan bagi korban.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan