4 Investasi Paling Buruk Menurut Kreator Finansial Terkenal

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
4 Investasi Paling Buruk Menurut Kreator Finansial Terkenal

Investasi yang Harus Dihindari Menurut Humphrey Yang

Humphrey Yang, seorang kreator konten dan pengusaha yang dikenal karena edukasi finansialnya, telah menjadi inspirasi bagi jutaan pengikut di Instagram, TikTok, dan YouTube. Dalam salah satu unggahannya terbaru, ia berbagi pandangan tentang empat jenis investasi yang sebaiknya dihindari. Berikut penjelasannya.

1. Timeshare (Kepemilikan Properti Liburan Bersama)

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Humphrey Yang, timeshare adalah sistem di mana seseorang membeli sebagian kepemilikan atas properti liburan dan hanya bisa menggunakannya pada waktu tertentu setiap tahun. Meskipun terlihat menarik dengan kemewahan tempat eksklusif, ada biaya besar dan kewajiban tahunan yang tidak sedikit.

“Banyak orang berpikir mereka memiliki properti, padahal sebenarnya tidak. Selain itu, keluar dari kontrak timeshare sangat sulit,” ujar Yang.

Berbeda dengan properti biasa, nilai timeshare tidak meningkat seiring waktu. Sepuluh tahun kemudian, properti tersebut akan bersaing dengan banyak proyek baru yang lebih menarik. Akibatnya, menjual kembali timeshare sering kali hampir mustahil dan tidak menguntungkan.

2. Membeli Mobil Baru

Humphrey Yang juga memperingatkan risiko membeli mobil baru. “Begitu mobil keluar dari dealer, nilainya langsung turun 10 hingga 20 persen,” ujarnya.

Mobil termasuk aset yang mengalami depresiasi cepat, bukan investasi yang menghasilkan keuntungan. Faktanya, menurut CNBC, nilai mobil rata-rata hanya tinggal 50 persen dari harga awal setelah tiga tahun. Jadi, meskipun mobil adalah kebutuhan, jangan menganggapnya sebagai instrumen investasi.

3. Triple-Leveraged ETFs

Selanjutnya, Yang menyoroti risiko dari triple-leveraged ETFs (Exchange-Traded Funds). Instrumen ini dirancang untuk memperbanyak keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian.

“Jika pasar naik 1 persen, nilainya bisa naik 3 persen. Tapi kalau pasar turun 1 persen, kamu bisa rugi 3 persen,” kata Yang.

ETF jenis ini menggunakan strategi derivatif yang kompleks dan berisiko tinggi. Selain itu, biaya pengelolaannya juga lebih mahal, yakni sekitar 0,95 persen per tahun, hampir dua kali lipat dari ETF konvensional (0,45 persen). Bagi investor yang tidak memahami cara kerjanya, triple-leveraged ETF bisa menjadi jebakan yang mahal.

4. Berinvestasi pada Sesuatu yang Tidak Kamu Pahami

Yang menekankan ini adalah kesalahan terbesar yang sering dilakukan banyak orang. “Hanya karena temanmu bilang suatu investasi bagus, bukan berarti kamu harus ikut-ikutan,” ujarnya.

Saran ini juga sejalan dengan prinsip Warren Buffett dan Peter Lynch. Buffett terkenal berhati-hati dan tidak berinvestasi di perusahaan teknologi selama bertahun-tahun karena tidak memahaminya. Lynch pun mengatakan, “Buy what you know (beli hanya yang kamu pahami).”

Intinya, hindari investasi yang tidak kamu mengerti sepenuhnya, karena kurangnya pemahaman sering kali berujung pada kerugian besar.

Kesimpulan

Investasi bisa menjadi alat luar biasa untuk membangun kekayaan, tetapi keputusan yang salah dapat menimbulkan kerugian besar. Yang mengingatkan ada banyak peluang investasi bagus di luar sana, jadi tidak perlu terjebak dalam empat kesalahan umum di atas.

Artikel Terkait: - 4 Cara Menangani Kerugian Investasi tanpa Menyalahkan Diri Sendiri - 5 Investasi Penting yang Perlu Dimiliki Setiap Orang - 4 Kesalahan yang Bikin Nilai Investasi Emasmu Menurun Perlahan

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan