
Empat Anak Telantar Diamankan di Gilimanuk
Empat orang anak yang terjebak dalam situasi tidak terlindungi telah diamankan oleh petugas gabungan dari Kelurahan Gilimanuk pada Jumat, 24 Oktober 2025 pagi. Keempatnya masih berusia belasan tahun dan ternyata sudah lima hari berada di Bali, mengelilingi jalan-jalan di wilayah Kuta dan Badung tanpa tujuan jelas.
Mereka awalnya ingin pulang ke Pasuruan, Jawa Timur, namun kehabisan bekal sehingga memilih untuk mengamen dan tidur di emperan tempat di Gilimanuk. Saat ditemukan, mereka sedang tertidur di emperan sebuah kafe. Petugas langsung mengamankannya dan melakukan pemeriksaan serta pemberian pembinaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, keempat anak tersebut ditemukan sekitar pukul 08.09 WITA. Setelah diamankan, mereka dibawa ke Kantor Lurah Gilimanuk untuk dilakukan pendataan identitas dan pembinaan lebih lanjut.
Perjalanan Mencari Tujuan
Dari pengakuan mereka, keempat remaja ini mengaku telah berada di Bali selama seminggu, khususnya di daerah Kuta. Mereka tiba di Bali pada 20 Oktober 2025 lalu. Mereka mengaku berhasil membeli tiket di Pelabuhan Ketapang dengan nama samaran. Setibanya di Bali atau di Pelabuhan Gilimanuk, mereka berjalan kaki mencari tumpangan kendaraan truk menuju ke Kuta dan Badung.
Beberapa hari kemudian, yaitu pada Kamis 23 Oktober 2025 malam, rombongan anak telantar ini turun dari kendaraan yang ditumpangi dari arah timur (Badung) di depan toko modern untuk mengamen. Mereka mengaku hanya jalan-jalan di Kuta. Karena kehabisan bekal, mereka mengamen di Gilimanuk dengan rencana untuk pulang.
Setelah menerima pembinaan dan pendataan identitas, keempat anak tersebut juga difasilitasi sarapan sebelum dipulangkan ke Jawa. Mereka termasuk F (17), MS (15), AM (15), dan MR (16), yang semua berasal dari Pasuruan, Jawa Timur.
Proses Pemulangan
Selanjutnya, mereka dinaikkan ke kendaraan viar menuju Pos Pemeriksaan KTP. Setelah pendataan, petugas langsung mengantarkan mereka ke Pelabuhan Gilimanuk. Dengan koordinasi dengan pihak ASDP, keempat anak tersebut dinaikkan kapal LCT Trisna Dwitya menuju Pelabuhan Ketapang.
Lurah Gilimanuk mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak masuk Bali agar melengkapi diri dengan identitas resmi. Pihaknya sama sekali tidak melarang siapa pun masuk Bali. Namun dengan catatan mereka ikut menjaga ketertiban dan keamanan Bali.
Kesimpulan
Kejadian ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang tidak memiliki perlindungan. Dengan adanya upaya pemerintah dan petugas setempat, diharapkan bisa membantu anak-anak seperti ini agar mendapatkan perlindungan dan bimbingan yang tepat. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada dan mematuhi aturan yang berlaku saat masuk ke suatu daerah.