
Pengusulan 40 Tokoh untuk Gelar Pahlawan Nasional
Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengusulkan sebanyak 40 tokoh yang dianggap layak menerima gelar Pahlawan Nasional. Usulan ini diajukan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Republik Indonesia. Ketua Dewan GTK RI, Fadli Zon, menyatakan bahwa semua tokoh yang diajukan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Fadli Zon menegaskan bahwa proses pengajuan ini dilakukan dengan melalui mekanisme yang sudah terstruktur. Meski begitu, ia juga menjelaskan bahwa Dewan GTK masih akan melakukan pembahasan lanjutan sebelum menyerahkan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diputuskan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Semua yang diusulkan dari Kementerian Sosial itu secara kriteria sudah memenuhi syarat semua, secara kriteria,” ujar Fadli di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (24/10/2025). Ia juga menambahkan bahwa pengumuman gelar pahlawan nasional dijadwalkan bertepatan dengan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.
Proses Penentuan Calon Pahlawan Nasional
Proses penentuan calon pahlawan nasional melibatkan berbagai tahapan. Sebanyak 40 nama yang diusulkan Kemensos merupakan hasil usulan masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, nama-nama tersebut dibahas di tingkat provinsi, kemudian diproses di Kementerian Sosial sebelum diajukan ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
Dari sana, Dewan GTK akan menyeleksi dan mengajukan sejumlah nama kepada Presiden Prabowo Subianto untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Proses ini tidak dilakukan secara mendadak, tetapi melalui diskusi dengan publik, akademisi, dan seminar-seminar yang dilaksanakan sebelumnya.
“Ada diskusi dengan publik, dengan akademisi, ada seminar-seminarnya, baru kemudian ke TP2GP, tim peneliti yang ada di Kementerian Sosial, baru dikirimkan kepada Dewan Gelar Tanda Jasa, Tanda Kehormatan,” ucap Fadli Zon.
Usulan Nama-Nama Tokoh
Menurut Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, usulan nama-nama tersebut telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Beberapa tokoh dinilai memenuhi syarat sejak lima atau enam tahun lalu, sedangkan beberapa lainnya baru diputuskan tahun ini. Di antara nama-nama yang diusulkan adalah dua mantan presiden RI, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah.
Berikut adalah daftar lengkap 40 tokoh yang diusulkan:
- KH. Muhammad Yusuf Hasyim
- Demmatande
- Abbas Abdul Jamil
- Marsinah
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah
- Abdoel Moethalib Sangadji
- Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin
- Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu
- Gele Harun
- Letkol Moch. Sroedji
- Dr. Aloei Saboe
- Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng
- Mahmud Marzuki
- Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar
- Franciscus Xaverius Seda
- Andi Makkasau Parenrengi Lawawo
- Tuan Rondahaim Saragih
- Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma
- Wasyid
- Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati
- Syaikhona Muhammad Kholil
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
- Soeharto
- Bisri Syansuri
- Sultan Muhammad Salahuddin
- Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf
- B. Jassin
- Dr. Mochtar Kusumaatmadja
- Ali Sastroamidjojo
- Kariadi
- M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo
- Basoeki Probowinoto
- Raden Soeprapto
- Mochamad Moeffreni Moe’min
- Sholeh Iskandar
- Syekh Sulaiman Ar-Rasuli
- Zainal Abidin Syah
- Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy
- Chatib Sulaiman
- Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri