
Perpustakaan sebagai Pusat Literasi Keagamaan
Perpustakaan bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku, tetapi juga bagian penting dari ekosistem belajar. Dalam konteks pendidikan agama, perpustakaan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan literasi dan pemahaman keagamaan siswa. Guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi.
Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan untuk Guru PAI
Sebanyak 48 guru PAI di Aceh Jaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah pada tanggal 5–8 November 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Kegiatan Guru (BKG) Kementerian Agama Aceh Jaya, Kota Calang. Bimtek ini merupakan hasil kerja sama antara DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Aceh Jaya dan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kegiatan ini dibuka oleh Kasi Pendidikan Islam Kemenag Aceh Jaya, Erna Suraiya, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Aceh Jaya, H Amirullah Djakfar. Dalam sambutannya, Erna menekankan pentingnya pengelolaan perpustakaan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran agama. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem belajar yang lebih luas.
“Guru agama harus menjadi motor penggerak literasi di sekolah,” ujarnya saat membuka kegiatan. Erna juga berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari bimtek dalam pengelolaan perpustakaan sekolah dan madrasah sesuai standar nasional. Ia menambahkan, “Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diterapkan secara nyata agar perpustakaan menjadi lebih hidup dan fungsional.”
Tujuan dan Materi Bimtek
Ketua Panitia, Nurul Husna, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memperkuat kompetensi guru dalam pengelolaan perpustakaan sekolah secara profesional. Ia berharap guru-guru PAI dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat literasi keagamaan di sekolah. Selama empat hari pelatihan, peserta mengikuti 32 jam bimtek dengan berbagai materi, seperti manajemen perpustakaan sekolah, pengembangan koleksi, klasifikasi DDC, katalogisasi, hingga praktik otomasi menggunakan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System).
Narasumber dan Partisipasi Aktif
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dosen dan pustakawan UIN Ar-Raniry Banda Aceh serta alumni Prodi Ilmu Perpustakaan yang tergabung dalam Aceh Library Consultant (ALC). Para narasumber memberikan penjelasan mendetail tentang pengelolaan perpustakaan yang efektif dan berstandar nasional. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung mengenai tantangan dalam pengelolaan perpustakaan sehari-hari.
Manfaat dan Harapan Masa Depan
Dengan adanya bimtek ini, diharapkan para guru PAI mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di sekolah mereka. Perpustakaan yang dikelola dengan baik akan menjadi sarana penting dalam mendukung pembelajaran agama yang lebih berkualitas. Selain itu, keberadaan perpustakaan yang aktif dan dinamis juga dapat meningkatkan minat baca dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.