49 Kendaraan di Cikande Terpapar Radiasi Cs-137, Banyak dari Filter Mesin

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 26x dilihat
49 Kendaraan di Cikande Terpapar Radiasi Cs-137, Banyak dari Filter Mesin

Penemuan Radiasi Radioaktif pada Kendaraan di Kawasan Industri Cikande

Sebanyak 49 kendaraan yang akan keluar dari Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, terpapar radiasi radioaktif Cesium-137. Hal ini diungkapkan oleh Komandan Satuan Kimia Biologi Radiasi Nuklir (KBRN) Gegana Brimob, Kombes Pol Yopie Indra Prasetya Sepang, kepada wartawan di Cikande, Senin (20/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Yopie menjelaskan bahwa sejak 1 Oktober hingga hari ini, pihaknya telah memeriksa 25.809 kendaraan yang keluar dari kawasan industri tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 49 kendaraan terdeteksi terkontaminasi. Meski demikian, semua kendaraan tersebut telah dinyatakan aman setelah dilakukan dekontaminasi menggunakan cairan khusus seperti Radiation Wash P40.

Setelah proses dekontaminasi selesai, petugas tetap melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh pada bagian-bagian kendaraan agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. Jika hasilnya sudah "clear", kendaraan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Yopie menegaskan bahwa kendaraan kontainer atau boks yang terpapar bukanlah muatannya. Rata-rata kendaraan yang terpapar terdapat di bagian exhaust dan filter mesin. Hal ini disebabkan oleh sifat kontaminasi yang berasal dari udara, sehingga masuk melalui sistem pembuangan kendaraan.

"Namun, rata-rata semua kendaraan dalam kondisi aman, termasuk muatannya," ujar Yopie.

Upaya Mitigasi dan Pemeriksaan Berkala

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, menambahkan bahwa sejak Jumat (17/10/2025) hingga hari ini tidak ada kendaraan yang terdeteksi terpapar Cs-137. Ia mengatakan bahwa kini setiap kendaraan yang akan keluar dari Kawasan Industri Modern Kendaraan harus melalui Radiation Portal Monitoring (RPM) yang dioperasikan oleh KBRN di gerbang depan kawasan.

"Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah kendaraan yang terpapar radiasi semakin hari semakin menurun. Ini menunjukkan upaya mitigasi berjalan efektif," kata Rasio Ridho.

Proses Pemeriksaan dan Keamanan

Proses pemeriksaan radiasi dilakukan secara rutin dan ketat untuk memastikan keamanan lingkungan dan masyarakat sekitar. Petugas KBRN melakukan pengawasan terhadap seluruh kendaraan yang keluar dari kawasan industri, terutama kendaraan yang memiliki potensi risiko tinggi.

Beberapa langkah yang diambil antara lain: * Pemeriksaan awal menggunakan alat deteksi radiasi untuk mendeteksi adanya kontaminasi. * Jika terdeteksi, kendaraan akan segera didekontaminasi dengan cairan khusus. * Setelah dekontaminasi, kendaraan kembali diperiksa untuk memastikan tidak ada residu radiasi yang tersisa. * Kendaraan yang telah dinyatakan aman diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Pentingnya Kesadaran dan Kolaborasi

Selain tindakan teknis, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan industri tentang risiko radiasi. Kolaborasi antara pihak kementerian, lembaga pemeriksa, dan pengelola kawasan industri sangat diperlukan untuk memastikan keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dengan adanya sistem monitoring dan dekontaminasi yang terstruktur, serta kesadaran yang tinggi dari para pengemudi dan pengusaha, diharapkan dapat mengurangi risiko paparan radiasi dan memastikan lingkungan tetap bersih dan aman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan