5 Fakta Guru ASN Padang Digerebek Warga Karena Hubungan Sesama Jenis dengan Mantan Siswa di Toilet M

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 12x dilihat
5 Fakta Guru ASN Padang Digerebek Warga Karena Hubungan Sesama Jenis dengan Mantan Siswa di Toilet M
5 Fakta Guru ASN Padang Digerebek Warga Karena Hubungan Sesama Jenis dengan Mantan Siswa di Toilet Masjid

Kasus Guru ASN di Padang Diduga Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Sebuah kasus yang mengejutkan terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Seorang guru ASN diduga melakukan hubungan sesama jenis dengan mantan pelajar, sehingga menjadi perhatian masyarakat dan instansi terkait. Peristiwa ini berawal dari laporan warga yang melihat dua pria di toilet masjid Bungus Teluk Kabung.

Warga Amankan Dua Pria di Toilet Masjid Bungus

Peristiwa bermula saat warga menemukan dua pria di dalam toilet masjid di Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, sekitar pukul 10.45 WIB. Kedua pria tersebut kemudian diamankan oleh warga dan dikoordinasikan dengan aparat setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Syamsurijal, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa salah satu dari kedua pria tersebut adalah S (58), seorang guru SMA yang merupakan ASN, sedangkan yang lainnya adalah LVSZ (18), mantan pelajar. Barang yang turut diamankan meliputi dua unit telepon seluler dan satu unit kendaraan roda dua.

Penanganan awal dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan gangguan lanjutan di lingkungan sekitar.

Satpol PP Lakukan Penjemputan dan Pemeriksaan

Setelah informasi pengamanan warga diterima, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang langsung bertindak. Personel Bantuan Kendali Operasi Kecamatan Bungus Teluk Kabung melakukan penjemputan di Polsek Bungus Teluk Kabung.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, menjelaskan bahwa personel BKO mendapatkan informasi tentang penggerebekan oleh warga terhadap dua pria di dalam toilet masjid. Mereka langsung berkoordinasi untuk melakukan penjemputan.

Kedua pria tersebut dibawa ke Markas Satpol PP Kota Padang untuk dimintai keterangan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Proses ini dilakukan untuk kepentingan penertiban umum dan pendataan awal sebelum langkah lanjutan ditentukan.

Mediasi Dilakukan, Kedua Pihak Buat Pernyataan

Satpol PP Kota Padang menempuh jalur mediasi dalam penanganan kasus tersebut. Mediasi dipimpin oleh Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Padang, Rio Ebu Pratama, dan melibatkan kedua pihak beserta keluarga.

Chandra Eka Putra, Kasat Pol PP Padang, menyampaikan hasil proses tersebut. Ia menjelaskan bahwa mediasi telah dilaksanakan dan dihadiri oleh kedua pihak bersama keluarga. Keduanya menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar norma sosial.

Kesepakatan mediasi mencakup pernyataan tanggung jawab dan kesiapan keluarga menjadi penjamin. Penyelesaian ditempuh tanpa melanjutkan ke proses lain di ranah penertiban umum, dengan catatan kedua pihak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.

Disdik Sumbar Periksa Status Guru ASN

Sementara itu, Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Disdik Sumbar) melakukan pemeriksaan kedisiplinan terhadap guru berinisial S. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, membenarkan status ASN yang bersangkutan.

Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan internal telah berjalan. Guru tersebut juga sudah tidak lagi menjalankan tugas mengajar. Proses ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan disiplin ASN yang berlaku di lingkungan pemerintah daerah.

Disdik Sumbar Siapkan Usulan Sanksi Disiplin Berat

Hasil pemeriksaan internal akan menjadi dasar penentuan sanksi. Disdik Sumbar menyatakan akan mengusulkan sanksi disiplin berat apabila terbukti terjadi pelanggaran sesuai ketentuan.

Habibul Fuadi menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan akan menjatuhkan hukuman disiplin berat untuk proses pemberhentian. Ia menambahkan bahwa penanganan kasus ini dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan meminta masyarakat mempercayakan proses kepada pihak terkait.

Pemerintah daerah juga mengimbau orang tua siswa tetap tenang dan menunggu hasil resmi pemeriksaan. Kasus ini kini berada dalam penanganan masing-masing instansi sesuai kewenangan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan