5 Fakta Mengagumkan Ahmed, Pahlawan Australia yang Tahan Penembak Bondi

admin.aiotrade 17 Des 2025 5 menit 13x dilihat
5 Fakta Mengagumkan Ahmed, Pahlawan Australia yang Tahan Penembak Bondi

Seorang Pria Australia Keturunan Suriah Menjadi Pahlawan dalam Penembakan di Pantai Bondi

Seorang warga negara Australia keturunan Suriah, Ahmed Al Ahmed, menjadi pahlawan yang menaklukan dan melucuti senjata salah satu penembak di Pantai Bondi. Aksi heroiknya terekam kamera ketika ia berhasil merebut senjata api pelaku penembakan tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Keberaniannya ini membuat banyak orang terkesan dan menganggapnya sebagai contoh dari persatuan warga Australia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ahmed Al Ahmed adalah pemilik toko buah berusia 43 tahun. Pada Selasa, 16 Desember 2025, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan bahwa tindakan Ahmed Al Ahmed adalah contoh dari keberanian dan persatuan warga Australia. “Ahmed Al Ahmed merebut senjata dari pelaku dengan mempertaruhkan nyawanya dan menderita luka serius, saat ini sedang menjalani operasi di rumah sakit,” kata Albanese.

Penembakan terjadi saat acara perayaan Hanukkah Yahudi di Pantai Bondi, Sydney. Dua pria melepaskan tembakan yang menewaskan 15 orang dan melukai sedikitnya 42 orang. Sajid Akram, 50 tahun, dan anaknya Naveed Akram, 24 tahun, disebut sebagai pelaku. Sang ayah tewas ditembak polisi sementara Naveed Vikram dalam kondisi kritis. Pihak berwenang menyebut ini sebagai serangan teroris anti-Semit.

Ahmed Al Ahmed, 43 tahun, memiliki toko buah di daerah lain di Sydney. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengkonfirmasi hal tersebut pada Senin. Dalam rekaman video dari lokasi penembakan, Ahmed Al Ahmed terlihat melucuti senjata salah satu penyerang. Dia membekuk penyerang dari belakang, memutar tubuhnya, dan melucuti senjatanya. Kemudian dia mengangkat pistol serta mengarahkannya ke penyerang yang telah jatuh ke tanah. Penyerang itu bangkit dan mundur, akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Ahmed adalah warga negara Muslim Australia keturunan Suriah, dan berasal dari desa al-Nayrab, dekat Idlib di Suriah, demikian kata seorang kerabatnya, Mustafa Asad. Ahmed Al Ahmed diketahui pindah ke Australia pada 2006.

Ahmed Al Ahmed sedang makan siang di daerah itu ketika penembakan terjadi, dan dia memutuskan untuk terlibat, kata saudaranya, Huthaifa, kepada lembaga penyiaran publik Australia, ABC. “Saya sangat bangga dengan saudara laki-laki saya.”

Ahmed Al Ahmed Ditembak Dua Kali
Kerabat Al-Ahmed, Asad, mengatakan kepada layanan berita televisi Australia 7News bahwa Al-Ahmed ditembak dua kali selama insiden tersebut. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di mana ia dirawat karena luka tembaknya. Saudaranya mengatakan bahwa kondisinya membaik, tetapi belum pulih sepenuhnya.

Pada Selasa, Albanese mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia bertemu dengan Ahmed pada hari yang sama. Albanese menambahkan bahwa orang tua al-Ahmad dan kerabat lainnya sedang mengunjunginya di Australia. Albanese mengatakan bahwa al-Ahmad akan menjalani operasi pada hari Rabu. “Saya berterima kasih kepadanya atas nyawa yang telah ia bantu selamatkan dan saya mendoakan yang terbaik untuk operasi yang akan ia jalani besok,” kata PM Australia dalam konferensi pers tersebut.

Reaksi Warga Australia

Albanese mengatakan tindakan kedua penyerang itu sama sekali tidak sesuai dengan cara Australia berfungsi sebagai sebuah masyarakat. Albanese membandingkannya dengan respons Ahmed. “Dalam kondisi terbaik sekalipun, yang kita lihat adalah warga Australia bersatu. Dan yang saya inginkan adalah agar warga Australia bersatu, agar hal ini memperkuat kebutuhan kita untuk mempromosikan persatuan nasional, dan itu sangat penting. Tidak ada tempat di Australia untuk anti-Semitisme. Tidak ada tempat untuk kebencian,” kata Albanese.

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengunggah foto di Instagram pada hari Senin bersama al-Ahmed di rumah sakit. “Ahmed adalah pahlawan sejati. Tadi malam, keberaniannya yang luar biasa tanpa diragukan lagi telah menyelamatkan banyak nyawa ketika ia melucuti senjata seorang teroris dengan risiko pribadi yang sangat besar,” ujar Minns.

Penggalangan Dana untuk Ahmed

Penggalangan dana untuk al-Ahmed di platform crowdfunding GoFundMe telah mengumpulkan lebih dari AU$ 218.000. Miliarder Amerika sekaligus manajer hedge fund, Bill Ackman, adalah donor terbesar sejauh ini. Ia menyumbang lebih dari AU$ 66.000 dan membagikan penggalangan dana tersebut di akun X miliknya.

Pada hari Senin, GoFundMe memposting di X. “Kami melihat curahan kasih sayang untuk Ahmed al-Ahmed setelah tindakan heroiknya di Pantai Bondi. Kami bekerja langsung dengan penyelenggara untuk memastikan dana sampai dengan aman kepada Ahmed dan keluarganya. Semua dana tetap disimpan dengan aman oleh prosesor pembayaran kami selama verifikasi hingga transfer.”

Dipuji di Seluruh Dunia

Nama Ahmed Al Ahmed menjadi pembicaraan di seluruh dunia. “Seorang Muslim, ayah dua anak berusia 43 tahun, dengan berani mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan tetangganya yang sedang merayakan Hanukkah,” tulis Pengawas Keuangan Kota New York, Brad Lander, di media sosial. “Kami berdoa untuk kesembuhannya yang cepat dan sepenuhnya. Dan sangat terinspirasi oleh teladannya.”

Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, juga menjadikan al-Ahmed sebagai contoh keberanian dalam melawan kebencian. “Di Pantai Bondi hari ini, ketika orang-orang bersenjata laras panjang menargetkan orang-orang yang tidak bersalah, seorang pria lain berlari ke arah suara tembakan dan melucuti senjata seorang penembak,” tulis Mamdani.

“Malam ini, saat warga Yahudi New York menyalakan menorah dan menyambut malam pertama Hanukkah yang diselimuti kesedihan, marilah kita meneladani contohnya dan menghadapi kebencian dengan urgensi dan tindakan yang dibutuhkan,” kata Mamdani.

Pujian diungkapkan pula oleh Presiden AS Donald Trump. Meski tak menyebut nama Ahmed dengan jelas, Trump mengatakan aksinya itu sangat berani. “Dan di Australia, Anda mungkin telah membaca, ada seorang yang sangat, sangat berani, yang pergi dan menyerang langsung salah satu pelaku penembakan dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Trump seperti dilansir Al Arabiya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan