5 Fakta Menggelikan Kerusuhan WNI di Kamboja Setelah Coba Kabur dari Perusahaan Penipu

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
5 Fakta Menggelikan Kerusuhan WNI di Kamboja Setelah Coba Kabur dari Perusahaan Penipu

Kerusuhan yang Melibatkan 97 Warga Negara Indonesia di Kamboja

Pada Jumat, 17 Oktober 2025, terjadi kerusuhan di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, yang melibatkan sebanyak 97 warga negara Indonesia (WNI). Kejadian ini sempat menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial. Menanggapi situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh segera melakukan tindakan cepat untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada para WNI yang terlibat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berikut adalah beberapa fakta terkait peristiwa kerusuhan yang melibatkan 97 WNI di Kamboja:

1. Motif Kerusuhan: Kabur dari Perusahaan Penipuan Daring

Dari informasi yang diperoleh, kerusuhan terjadi karena para WNI ingin melarikan diri dari perusahaan penipuan daring tempat mereka bekerja. KBRI Phnom Penh mengungkapkan bahwa sebanyak 97 orang WNI berontak atau mencoba kabur dari perusahaan penipuan online di mana mereka bekerja.

“Diperoleh informasi bahwa sebanyak 97 orang WNI berontak atau melarikan diri dari perusahaan penipuan daring atau online scam di mana mereka bekerja,” tulis KBRI Phnom Penh dalam pernyataannya.

2. 86 WNI Ditahan Polisi

Akibat kerusuhan tersebut, 86 WNI ditahan oleh pihak kepolisian setempat. Sementara itu, 11 WNI lainnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan polisi, empat WNI menjalani proses hukum lebih lanjut karena diduga terlibat dalam tindakan kekerasan selama aksi unjuk rasa.

“Pihak kepolisian setempat melakukan proses investigasi awal dan melakukan penahanan terhadap 4 WNI yang diduga sebagai pelaku tindak kekerasan,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha.

3. Bantuan Dasar Diberikan oleh KBRI

KBRI Phnom Penh memberikan bantuan dasar kepada para WNI yang terlibat dalam kerusuhan, termasuk makanan instan, obat-obatan, serta kebutuhan sanitasi khusus untuk perempuan. Selain itu, Kementerian Luar Negeri RI juga berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan perlindungan hukum bagi WNI yang ditangkap.

“Kami juga mengupayakan agar mereka bisa dipulangkan ke Indonesia,” tambah Judha.

4. Pastikan Perlindungan Hukum bagi WNI

KBRI juga memastikan bahwa WNI yang ditahan akan mendapatkan perlindungan hukum. Selain itu, pihak KBRI berupaya untuk memulangkan para WNI ke Indonesia setelah proses hukum selesai. Judha menekankan bahwa hal ini menjadi tanggung jawab negara untuk memastikan keselamatan warganya.

“Tentunya menjadi tanggung jawab negara untuk melakukan perlindungan, memastikan keselamatan warga negara kita, dan kemudian memulangkan mereka,” ujar Judha.

5. Akan Dipindahkan untuk Dideportasi

Sementara itu, otoritas Provinsi Kandal, Kamboja, menyatakan bahwa seluruh WNI akan dipindahkan ke pusat penahanan imigrasi di Phnom Penh, ibu kota Kamboja. Hal ini dilakukan sebelum seluruh WNI menjalani proses deportasi ke Indonesia. KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus ini serta memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan hukum dan kemanusiaan yang layak.

“KBRI akan terus mengawal proses hukum dan memastikan seluruh WNI, baik yang menjadi korban maupun yang diperiksa, mendapatkan perlakuan sesuai hukum yang berlaku,” tulis perwakilan KBRI.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan