5 Fakta Terkini Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku Bawa 7 Bom, Korban Butuh Operasi Darurat

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
5 Fakta Terkini Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku Bawa 7 Bom, Korban Butuh Operasi Darurat

Fakta-Fakta Terbaru Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pada Jumat (7/11/2025), terjadi ledakan yang menimpa SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut mengakibatkan 96 korban dan menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Berikut adalah lima fakta terbaru mengenai kejadian tersebut.

Pembelajaran Daring Sementara

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh siswa SMAN 72 Jakarta setelah insiden ledakan. Keputusan ini dilakukan sebagai langkah keselamatan dan pemulihan bagi para korban serta warga sekolah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Ya memang hari ini dibutuhkan untuk daring. Dan ibu Kepala Dinas (Kadisdik Nahdiana) telah memberikan laporan kepada saya, memang hari ini kita izinkan untuk daring," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (10/11/2025).

Pramono juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap tindakan perundungan atau bullying, karena hal tersebut bisa menjadi pemicu masalah serius. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku Membawa Tujuh Peledak

Terduga pelaku ledakan disebut membawa tujuh peledak. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana. Menurutnya, empat dari tujuh peledak tersebut meledak di dua lokasi berbeda, sementara tiga lainnya tidak meledak dan sudah disita oleh aparat kepolisian.

Mayndra menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait jenis peledak yang digunakan. Meski informasi detail belum sepenuhnya diketahui, penemuan ini menunjukkan bahwa ledakan tersebut bukanlah kecelakaan biasa.

Korban Operasi Darurat

Direktur Medis RS Yarsi Cempaka Putih, Muhammadi, menjelaskan bahwa satu korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Korban tersebut harus menjalani operasi darurat untuk pengangkatan limpa yang pecah akibat ledakan.

"Jadi, kemarin kita operasi pertama itu operasi emergensi, pengangkatan limpa. Jadi, limpanya itu pecah waktu ledakan pertama," ujar Muhammadi.

Selain itu, pada Senin (10/11/2025), akan dilakukan tindakan medis lanjutan untuk menangani luka bakar yang dialami korban. Luka bakar mencapai 30 persen dari tubuh korban.

Terduga Pelaku Dirawat di Rumah Sakit Polri

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, memastikan bahwa terduga pelaku ledakan saat ini sedang menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hal ini disampaikan setelah ia menjenguk sejumlah korban di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi.

"Saya enggak ketemu (pelaku), karena kebetulan saya dapat informasi beliau (pelaku) katanya di rumah sakit Polri. Tidak di rumah sakit ini (RS Islam Cempaka Putih dan RS Yasri)," ujar Rano Karno.

Saat ini, RS Yarsi merawat 16 korban yang mengalami gangguan pendengaran. Rano menyatakan bahwa meskipun kondisi mereka memerlukan waktu pemulihan, kondisi kesehatan mereka mulai membaik.

Pendampingan Psikologis

Polda Metro Jaya melalui Biro Psikologi SSDM Polri dan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya terus memberikan bantuan psikologis bagi korban, keluarga, dan tenaga pendidik pasca-ledakan. Pendampingan ini dilakukan dengan melibatkan puluhan psikolog yang kompeten dalam penanganan krisis dan trauma.

Tim pendampingan dipimpin oleh Brigjen Yohanes Ragil dari Biro Psikologi SSDM Polri. Layanan Psychological First Aid (PFA) diberikan untuk membantu pemulihan emosi, penguatan rasa aman, dan pengelolaan stres pasca-kejadian.

Di lingkungan sekolah, psikolog Polri juga menggelar sesi konseling bagi kepala sekolah dan guru yang terdampak secara emosional. Kegiatan ini dilakukan di tiga lokasi utama, yaitu RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI Cempaka Putih, dan SMAN 72 Jakarta Utara.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan