5 Kartu Merah di Pekan ke-12! Persebaya Di bawah Perez Catat Rekor Buruk

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
5 Kartu Merah di Pekan ke-12! Persebaya Di bawah Perez Catat Rekor Buruk

Persebaya Surabaya Menghadapi Tantangan Disiplin yang Serius

Persebaya Surabaya kini tengah menghadapi situasi yang cukup menantang. Tim asal Surabaya ini mencatatkan lima kartu merah dalam 12 pertandingan di Super League 2025/2026, sebuah rekor yang sangat buruk bagi Green Force dalam beberapa musim terakhir. Hal ini terjadi selama masa kepelatihan Eduardo Perez yang baru saja dimulai sejak awal musim.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu pemain yang paling sering mendapat kartu merah adalah Francisco Rivera. Gelandang asal Meksiko itu sudah dua kali diganjar kartu merah langsung, menunjukkan bahwa masalah kontrol emosi masih menjadi isu utama dalam skuad Persebaya Surabaya.

Insiden terbaru terjadi dalam laga pekan ke-12 saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1, Rivera kembali harus meninggalkan lapangan lebih cepat pada menit ke-76 setelah wasit menilai tekel kerasnya layak diberi kartu merah.

Sebelum insiden tersebut, Persebaya Surabaya tampil cukup baik dan mampu memegang kendali tempo permainan pada awal babak kedua. Tekanan intens dari lini depan membuat Persik kesulitan mengembangkan serangan.

Beberapa peluang tercipta, termasuk tembakan yang diblok oleh Yusuf Meilana dari Gali Freitas dan umpan silang yang tidak tepat sasaran dari Milos Raickovic. Persik juga mencoba memberikan perlawanan melalui tembakan jarak jauh Imanol Garcia, yang diselamatkan oleh kiper Andhika Ramadhani.

Gol Persebaya Surabaya baru tercipta pada menit ke-53 lewat sundulan Gali Freitas yang ditepis kiper Persik dan jatuh tepat di depan Catur Pamungkas. Ia kemudian menanduk ulang bola untuk membawa Persebaya Surabaya unggul 0-1.

Green Force hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-70 melalui serangan balik cepat. Namun sepakan Milos Raickovic masih melambung tipis di atas mistar gawang. Enam menit kemudian, Rivera diganjar kartu merah, memaksa Eduardo Perez melakukan strategi perubahan dengan memasukkan Malik Risaldi.

Meski bermain dengan sepuluh pemain, Persebaya Surabaya masih mampu menciptakan beberapa peluang, termasuk sontekan Dime Dimov dari situasi sepak pojok dan kans Bruno Moreira di menit ke-90. Sayangnya, peluang tersebut tidak berhasil mengubah skor.

Hasil imbang 1-1 membuat Persebaya Surabaya mengoleksi 15 poin dan menempati posisi ke-9 klasemen sementara. Namun, fokus utama tetap tertuju pada masalah disiplin yang mulai memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Selain Rivera, Dejan Tumbas, Leo Lelis, dan Mikael Tata juga pernah menerima kartu merah. Kasus Tata berasal dari akumulasi dua kartu kuning. Catatan lima kartu merah dalam 12 pertandingan tentu bukanlah statistik yang bisa diabaikan begitu saja.

Masalah ini mencerminkan kurangnya pengendalian emosi dan kedisiplinan taktik, sesuatu yang seharusnya menjadi fokus pembenahan dalam latihan. Eduardo Perez perlu bekerja ekstra keras untuk memperbaiki masalah ini agar tidak terus berdampak pada hasil ke depan.

Laga berikutnya akan menjadi tantangan besar bagi Persebaya Surabaya, yaitu duel melawan Arema FC pada pekan ke-13. Derbi Jawa Timur ini selalu penuh tensi tinggi, dan Persebaya Surabaya tidak ingin menghadapi laga penting ini dengan bayang-bayang kesalahan yang sama.

Konsentrasi, mental bertanding, dan kedisiplinan harus menjadi perhatian utama agar Green Force tidak kembali kehilangan poin dalam situasi yang seharusnya bisa mereka kendalikan.

Dengan musim yang masih panjang, kesempatan untuk memperbaiki diri masih sangat terbuka. Namun jika masalah kedisiplinan tidak segera diselesaikan, Persebaya Surabaya berpotensi menghadapi musim yang jauh dari harapan pendukungnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan