Jakarta, IDN Times - Memulai tahun yang baru, resolusi keuangan bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan. Terutama resolusi terkait kebiasaan-kebiasaan keuangan yang harus dihentikan demi mencapai kondisi keuangan yang lebih baik.
OCBC NISP merangkum lima kebiasaan keuangan yang harus segera dihentikan demi meraih finansial FIT tahun ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
1. Terlalu sering nombok dengan pinjam uang ke orang terdekat
Data OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan, 39 persen responden masih sering meminjam uang ke teman/keluarga, yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup.
Kebiasaan itu menunjukkan, hampir setengah dari responden masih mengadopsi gaya hidup seperti peribahasa lebih besar pasak daripada tiang.
2. Gaji baru masuk, uangnya langsung pergi begitu saja
Hasil survey menunjukkan, 14 persen responden memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Saat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, biasanya bukan hanya dipicu soal penghasilan yang kurang, tetapi disebabkan juga oleh gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan.
Kalau dibiarkan, bagaimana mau berinvestasi untuk masa depan, jika menabung saja sulit?
3. Merasa aman karena pakai mindset “yang penting bayar dulu”
Membayar tagihan kartu kredit dengan nominal paling minimum mungkin terasa melegakan, tapi hanya untuk jangka pendek. Karena, sebenarnya kebiasaan ini bisa menjadi jebakan finansial untuk ke depannya.
Data Financial Fitness Index 2025 dari OCBC menunjukkan 56 persen responden hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula jadi alat bantu, justru berubah menjadi beban jangka panjang.
4. FOMO yang berlebih
Menurut data Financial Fitness Index OCBC 2025, 76 persen responden menghabiskan uang yang dimiliki unuk mengikuti gaya hidup teman.
Mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja membuat seseorang banyak mengorbankan keuangannya karena takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO). Padahal, sifat itu membuat kamu bisa kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.
5. Mau jalan pintas demi cuan instan
Dengan maraknya cerita di sosial media terkait bagaimana cara sukses instan, bisa memicu keinginan untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat seringkali menggoda. Apabila keinginan itu diwujudkan dengan aksi tanpa pemahaman risiko, seringkali berujung pada kerugian.
Hasil survei OCBC menunjukkan, 10 persen dari responden melakukan spekulasi berlebihan untuk keuntungan yang instan.
Keuangan Mulai Sesak Setelah Nataru? Ini Strategi biar Tetap Bertahan 6 Alasan Pentingnya Rutin Baca Artikel Keuangan 5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan dari Awal Bulan




