5 Ketidakwajaran Kasus Ibu Dibunuh Anak, Korban Masih Hidup dan Minta Minum, Suami Bohongi Sopir Amb

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 13x dilihat
5 Ketidakwajaran Kasus Ibu Dibunuh Anak, Korban Masih Hidup dan Minta Minum, Suami Bohongi Sopir Amb
5 Ketidakwajaran Kasus Ibu Dibunuh Anak, Korban Masih Hidup dan Minta Minum, Suami Bohongi Sopir Ambulans

Kasus Kematian Faizah Soraya: Tanda-Tanda yang Membuat Keluarga Meragukan Pengakuan Anak

Kematian Faizah Soraya, seorang ibu yang ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB, menyisakan banyak pertanyaan. Kejadian ini semakin memicu kecurigaan setelah putri bungsunya, SAS alias Al, mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap ibunya sendiri.

Namun, pengakuan Al justru memunculkan keraguan dari keluarga besar korban. Salah satu anggota keluarga, Dimas, mengungkapkan beberapa kejanggalan yang menurutnya sulit diterima secara logika. Ia menyatakan bahwa keluarga tidak sepenuhnya yakin bahwa Al benar-benar menghabisi nyawa ibunya. Oleh karena itu, pihak keluarga memilih untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kejanggalan Pertama: Tidak Ada Teriakan Saat Penikaman

Menurut cerita dari Al, insiden penikaman terjadi pada Rabu menjelang subuh yakni sekira pukul 03.00 WIB. Saat peristiwa terjadi, Al dan kakaknya tidur bersama sang ibu. Namun, Dimas bertanya-tanya mengapa saat kejadian, Faizah tidak berteriak sampai membangunkan suaminya.

"Apakah korban tidak melawan anaknya sendiri dan berteriak?" tanya Dimas. Hal ini menjadi salah satu kejanggalan yang membuat keluarga meragukan pengakuan Al.

Kejanggalan Kedua: Sopir Ambulans Menolak Membawa Korban

Setelah warga mengetahui bahwa Faizah ditusuk anaknya sebanyak 20 kali, sopir ambulans sempat datang. Menurut keterangan supir ambulan, kondisi korban masih hidup saat ditemuinya. Namun, ambulans menolak membawa korban karena mendapatkan konfirmasi adanya pendarahan bukan penyerangan atau penikaman.

"Posisi korban duduk bersandar di pintu lemari dan setelah dinyatakan meninggal kemudian diangkat ke tempat tidur," ujar Dimas. Ini menjadi kejanggalan kedua yang menimbulkan kecurigaan.

Kejanggalan Ketiga: Suami Korban Tidak Meminta Bantuan Warga

Dimas juga merasa heran dengan tidak adanya upaya dari suami korban, Alham, untuk meminta bantuan warga setelah kejadian. "Dari waktu 03.00 WIB sampai ambulan datang, apakah tidak ada meminta bantuan warga setempat?" tanya Dimas.

Ia berpendapat bahwa jika suami korban cepat menangani hal tersebut, Faizah mungkin saja bisa diselamatkan. "Karena menurut pengakuan supir ambulan, korban masih hidup pada saat dia sampai dan masih cengap-cengap dan tidak lama kemudian meninggal dunia," imbuh Dimas.

Kejanggalan Keempat: Permintaan Minum Sebelum Meninggal

Saat masih hidup dan ditemukan warga, korban sempat meminta diambilkan minum. "Pada saat kejadian korban sempat meminta minum dan warga datang dan saat ambulan sampai ke rumah. Barulah polisi datang ke rumah korban pukul 05.00 WIB setelah mendapatkan laporan dari warga," ujar Dimas.

Kejanggalan Kelima: Tidak Ada Luka pada Terduga Pelaku

Kejanggalan kelima yang diungkap Dimas adalah soal jumlah luka tikaman di tubuh korban. Ia ragu keponakannya itu bisa tega menusuk ibu kandungnya puluhan kali. "Logika, ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan-kawan dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klo gak dibekap," kata Dimas.

Selain itu, ia juga heran kenapa tidak ada luka pada terduga pelaku yakni Al. Malahan yang punya luka setelah insiden tersebut adalah kakaknya terduga pelaku. "Tidak ada luka di tangan Al (pelaku) dan yang ada luka di tangan kakaknya," ujar Dimas.

Proses Penyelidikan oleh Polisi

Sementara itu, terkait dengan perkembangan kasus dugaan anak bunuh ibu, polisi telah melakukan rekonstruksi di TKP pembunuhan dengan menghadirkan terduga pelaku yakni Al, kakaknya dan juga sang ayah, Alham. Sebelumnya, Al sempat dibawa penyidik Polresta Medan untuk diperiksa secara intensif.

Dalam olah TKP tersebut, Al didampingi oleh KPAI serta keluarga. "Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan," pungkas Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan